Menelisik Model Bisnis Koperasi Merah Putih: Upaya Mendorong Kemandirian Ekonomi Desa di Kota Banjar

Berita Banjar (Djavatoday.com),- Semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi mulai tumbuh subur di Kota Banjar, Jawa Barat. Sejumlah kepala desa mengambil langkah konkret dengan membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sebagai wadah usaha bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Inisiatif ini muncul sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis komunitas yang memaksimalkan potensi lokal. Di sejumlah desa, model koperasi ini mulai dirancang dengan melibatkan warga sebagai anggota aktif.

Di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kepala Desa Ahmad Mujahid menyampaikan bahwa proses pembentukan koperasi telah memasuki tahap akhir. Struktur organisasi telah terbentuk, dan kini pihak desa tinggal menunggu pengesahan akta notaris untuk legalitas operasional.

Melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), disepakati iuran pokok sebesar Rp20.000 dan simpanan wajib Rp5.000 per anggota. Besaran iuran ini ditetapkan agar koperasi tetap inklusif dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu unit usaha yang dirancang adalah pengolahan pupuk organik, yang dinilai strategis untuk mendukung produktivitas sektor pertanian lokal.

“Kami ingin koperasi ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi warga. Saat ini kami masih menyempurnakan administrasi sebelum memulai kegiatan usaha,” ujar Mujahid saat ditemui, Minggu (1/6/2025).

Sementara itu, di Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kepala Desa Yayan Sukirlan mengusung konsep serupa dengan penekanan pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Koperasi Merah Putih di desa tersebut akan membuka gerai sembako serta menyediakan pupuk, baik organik maupun non-organik, bagi para petani. Dana awal bersumber dari iuran anggota, yaitu Rp50.000 untuk simpanan pokok dan Rp15.000 untuk simpanan wajib.

“Kami optimalkan modal dari iuran anggota sebagai fondasi usaha koperasi, sambil menunggu dukungan lanjutan dari pemerintah kota,” jelas Yayan.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) Kota Banjar, Ina Rosnidar Suhliya, menegaskan bahwa seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya telah melaksanakan Musdesus untuk pembentukan Koperasi Merah Putih.

“Setiap koperasi akan menjalankan unit usaha yang sesuai dengan potensi ekonomi desa masing-masing. Ini agar koperasi bisa tumbuh secara berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan warga,” terang Ina.

Model bisnis koperasi berbasis desa ini tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga. Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, kehadiran koperasi Merah Putih menjadi harapan baru bagi pembangunan desa yang lebih berdaya dan mandiri. (Diana/CN/Djavatoday)

Pelaku Pembunuhan Pak Ogah di Banjar Ditangkap di Bandung, Motif Dendam Terungkap

Berita Banjar (Djavatoday.com),- Polisi akhirnya mengungkap misteri kematian Asep, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengatur lalu lintas atau Pak Ogah di Kota Banjar. Pelaku...

Jasad Pria Ditemukan Tergeletak Dekat Warung di Banjar, Ada Luka di Perut

Berita Banjar (Djavatoday.com),- Warga di sekitar Jalan Nasional Siliwangi, tepatnya kawasan Ciaren, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria, Jumat (7/8/2026)...

Tiga Rumah di Kota Banjar Ludes Dilalap Api

Berita Banjar (Djavatoday.com),- Suasana dini hari di Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, mendadak berubah mencekam. Saat sebagian besar warga masih terlelap, kobaran api tiba-tiba muncul...

Dedi Mulyadi Ingin Warga Jabar Jadi “Manusia Unggul”, Sekolah Maung Disiapkan untuk Siswa Berprestasi

Berita Banjar (Djavatoday.com),- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyinggung gagasannya tentang pembentukan generasi unggul di Jawa Barat. Hal itu disampaikan Dedi usai melaksanakan...

Terbaru