Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ajang Kadin Citanduy Run Festival 2025 yang digelar di Kota Banjar, Jawa Barat, tak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga turut menggairahkan roda perekonomian lokal. Ribuan peserta dari berbagai daerah hadir, memberikan dampak signifikan bagi sektor pariwisata dan usaha kecil menengah (UMKM) setempat.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Banjar, Erman Hendrawan, menyebutkan, event ini diikuti lebih dari 1.500 peserta, termasuk pelari asal Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, Cilacap, dan sejumlah daerah lainnya.
“Banyak peserta datang dari luar kota, hotel-hotel dan penginapan penuh, pedagang UMKM juga merasakan dampaknya. Kami sengaja melibatkan pelaku UMKM dalam ekosistem kegiatan ini,” kata Erman kepada wartawan, Senin (7/7/2025).
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap ajang ini. Meski Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, belum dapat hadir secara langsung, namun pemerintah provinsi tetap memberikan dukungan penuh.
“Kami terus berkoordinasi agar ke depan event seperti ini bisa lebih besar lagi. Kehadiran Pak Gubernur tentu akan menambah daya tarik acara, kami siapkan lebih matang untuk agenda berikutnya,” ujar Erman.
Event ini mempertandingkan dua kategori lomba, yakni 10 kilometer dan 5 kilometer. Di kategori 10K putra, atlet asal Depok, Immanuel Hutasoit, keluar sebagai juara setelah mencatat waktu 33 menit 5 detik. Sedangkan di kategori putri, Anjarsari Dewi dari Bandung berhasil finis pertama dengan waktu 44 menit 18 detik.
Sementara di kategori 5K, Perdamaian Laila menjadi juara pertama putra, disusul Novita Andriyani sebagai juara putri.
Immanuel, yang dikenal kerap menjuarai kejuaraan lari nasional, mengaku puas dengan rute yang dilalui. Menurutnya, trek Kota Banjar cukup nyaman dan aman bagi para pelari.
“Rutenya bagus, cuaca mendukung, semua berjalan lancar. Ini event yang menarik untuk terus dikembangkan,” katanya.
Ia juga membagikan kiat suksesnya dalam dunia atletik, yaitu menjaga konsistensi latihan, pola makan sehat, serta istirahat yang cukup.
Erman menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang promosi daerah melalui konsep sport-tourism. Ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah memberikan peluang besar memperkenalkan Kota Banjar ke level yang lebih luas.
“Kadin Run Festival ini bukan sekadar lomba, tapi strategi untuk mengenalkan Kota Banjar. Kami ingin Banjar dikenal sebagai kota yang siap menyambut event-event olahraga berskala besar,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

