Berita Banjar (Djavatoday.com),- Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Sunarto, mengungkapkan pada tahun 2025 tidak akan ada program pelatihan kerja bagi masyarakat yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
“Tahun 2025 tidak ada paket pelatihan yang bersumber dari APBN karena adanya kebijakan efisiensi anggaran,” ujarnya pada Senin (17/2/2025).
Pada tahun sebelumnya, Kota Banjar memperoleh 24 paket pelatihan kerja dengan total 384 peserta. Namun, untuk tahun 2025, pelaksanaan pelatihan kerja hanya akan bergantung pada anggaran dari APBD Kota Banjar.
“Pelatihan yang bersumber dari APBD direncanakan sebanyak 27 paket dan akan diselenggarakan di setiap desa serta kelurahan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjar, Doni Ismayana, menambahkan bahwa program pelatihan kerja tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret.
“Lokasinya akan disesuaikan dengan desa atau kelurahan masing-masing,” katanya.
Doni juga menyampaikan tahun ini jumlah paket pelatihan yang tersedia hanya 27. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 44 paket.
“Tahun lalu terdapat 24 paket dari APBN dan 20 paket dari APBD, sehingga totalnya 44 paket. Namun, tahun ini hanya tersedia 27 paket yang seluruhnya bersumber dari APBD. Dengan jumlah paket yang lebih sedikit, kemungkinan jumlah peserta juga akan berkurang,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa pengurangan paket pelatihan ini bukan hanya terjadi di Kota Banjar, melainkan hampir di seluruh wilayah Indonesia sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran. (Ayu/CN/Djavatoday)

