Berita Banjar (Djavatoday.com),- Menghadapi musim hujan yang diperkirakan semakin intens dalam beberapa pekan ke depan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana secara serentak di seluruh unit kerja, baik pusat maupun daerah, Selasa (4/11/2025). Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda saat musim penghujan.
Apel yang digelar secara hibrida (luring dan daring) ini dipimpin langsung oleh Menteri PUPR Dody Hanggodo, dan diikuti seluruh balai di bawah kementerian, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy. Seluruh jajaran pejabat struktural dan fungsional BBWS Citanduy turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dari Banjar.
Dalam arahannya, Menteri Dody menekankan tiga pilar utama kesiapsiagaan nasional menghadapi musim hujan, yakni kesiapsiagaan infrastruktur, komando terpadu dan teknologi respons cepat, serta pelayanan publik yang manusiawi dan berkelanjutan.
Ia meminta agar seluruh infrastruktur vital seperti sungai, drainase, tanggul, waduk, jembatan, dan jalan nasional dipastikan dalam kondisi aman dan berfungsi baik. “Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin harus ditingkatkan agar tidak terjadi kerusakan yang dapat memperparah dampak bencana,” tegasnya.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi perhatian utama. Menteri Dody menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian PUPR, BNPB, BPBD, BMKG, TNI-Polri, dan pemerintah daerah, termasuk masyarakat sebagai garda terdepan. Ia juga mendorong penggunaan teknologi pemetaan risiko dan pelaporan real-time agar pengambilan keputusan di lapangan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Pilar terakhir, lanjutnya, adalah pentingnya menjaga pelayanan publik yang berorientasi pada kemanusiaan. Mengingat puncak musim hujan kerap bertepatan dengan masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), Menteri Dody meminta seluruh pihak aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. “Infrastruktur bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Menteri Dody juga menyampaikan pesan Presiden agar pemerintah hadir secara nyata dalam setiap situasi darurat. “Respon cepat dan tindakan nyata harus terus menjadi pedoman utama dalam pelayanan publik,” katanya.
Menindaklanjuti arahan pusat, BBWS Citanduy langsung memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi potensi bencana di wilayah kerjanya. Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede, menyebutkan bahwa seluruh peralatan siaga bencana seperti excavator, dump truck, mobil pompa, dan kendaraan operasional lainnya telah siap digunakan.
“Langkah antisipatif juga kami lakukan melalui peningkatan inspeksi lapangan, penyiapan gudang logistik tanggap darurat, serta pembentukan Tim Siaga Bencana BBWS Citanduy yang siap siaga 24 jam,” ujar Roy.
Tak hanya itu, berbagai perlengkapan pendukung seperti karung pasir (sandbag), geobag, dan material penahan banjir telah disiapkan di titik-titik rawan. Menurut Roy, seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen BBWS Citanduy untuk menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan infrastruktur tetap berfungsi optimal selama musim hujan.
“BBWS Citanduy akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan seluruh upaya pencegahan dan penanganan berjalan maksimal,” pungkasnya. (CN/Djavatoday)

