spot_img
Senin, November 28, 2022
spot_img

Batu Pandang Ratapan Angin, HTM, Fasilitas, dan Lokasi

Batu Pandang Ratapan Angin merupakan sebuah objek wisata di daerah Dieng yang menyajikan pemandangan alam super eksotis. Anda akan menyaksikan kemegahan pegunungan dan perbukitan yang mengelilingi dua danau atau telaga. Nama telaga-telaga tersebut yakni Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang memiliki keunikannya masing-masing. Keeksotisan alamnya terasa makin sempurna dengan sejuknya udara yang menyelimuti objek wisata ini.

Sesuai namanya, objek wisata di Wonosobo ini memang cocok sebagai tempat untuk merenung atau meratap. Namun, ternyata sejarah namanya tak sesederhana itu, lho. Penasaran bagaimana cerita lengkapnya? Simak informasi di bawah ini selengkapnya, ya!

Baca juga: Batu Angkruk Dieng, Bersantai dan Berswafoto di Atas Awan

HTM dan Jam Operasional Batu Pandang Ratapan Angin

Harga tiket masuk Batu Pandang Ratapan Angin sangat terjangkau. Hanya dengan Rp10.000 per orang, wisatawan bisa menikmati keindahan alam yang jarang mereka temui di tempat lain. Bagi yang membawa kendaraan akan ada biaya parkir sekitar Rp3.000 untuk sepeda motor. Kemudian, terdapat biaya lain saat Anda ingin menjajal spot foto atau wahana tertentu dengan harga yang masih terjangkau.

Adapun jam operasionalnya yakni pukul 06.00-17.30 WIB dari Senin-Minggu. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pagi atau sore hari untuk bisa menikmati sunrise ataupun sunset. Agar tidak terlalu ramai pengunjung dan mengantre di spot foto, sebaiknya Anda datang saat weekdays. Perlu Anda garis bawahi juga bahwa jam operasional dan HTM ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola wisata.

Fasilitas dan Lokasi

Fasilitas yang tersedia di Batu Pandang Ratapan Angin cukup lengkap. Ada area parkir, toilet, warung-warung makan, area berkemah, spot foto, gazebo, hingga beragam wahana yang memacu adrenalin. Lokasi wisatanya berada di Theater, Jl. Raya Dieng, Dieng, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah 56354. Tempatnya tidak jauh dari tugu Dieng dan berdekatan dengan wisata lain seperti Dieng Plateau Theater.

Setelah memarkirkan kendaraan dan sampai di pos penjagaan, Anda masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Lokasinya yang berada di perbukitan membuat wisatawan harus berjuang dengan mendaki. Namun, bukan jalan terjal yang akan Anda lalui. Melainkan anak tangga yang tersusun rapi sehingga memudahkan wisatawan.

Mitos Asal-usul Nama Batu Pandang Ratapan Angin

Penamaan Batu Pandang Ratapan Angin ternyata mengandung sejarah mitos yang masyarakat sekitar yakini. Melansir jejakpiknik.com, ceritanya bermula pada zaman dahulu saat hidup sepasang pangeran dan istrinya di lokasi tersebut. Keduanya hidup damai hingga datangnya seorang pria lain yang membuat sang istri berpaling dari pangeran. Sang pangeran pun marah dan dengan kekuatan yang ia miliki, ia mengutuk istrinya menjadi batu yang tertunduk.

Pria yang menjadi selingkuhan pun turut menjadi batu dengan posisi sedang berdiri. Kedua batu tersebut bertumpuk di atas bukit. Setiap hembusan angin yang menerpa batu tersebut sering kali terdengar bunyi seperti orang yang sedang meratapi penyesalan. Masyarakat sekitar percaya bahwa itu adalah ratapan kesedihan dan penyesalan sang istri pangeran.

Pesona Alam dengan Dua Telaga

Batu Pandang Ratapan Angin memiliki daya tarik yang cukup langka. Dari titik batu yang menjadi ikonnya, Anda dapat melihat lanskap pegunungan Dieng, dua telaga memesona, hingga pepohonan yang memanjakan mata. Telaga Warna dan Telaga Pengilon yag berdampingan memiliki warna air yang jernih. Pada suatu kesempatan, dua telaga ini akan memancarkan warna yang indah, hijau dan biru.

Duduk di batu menghadap ke lanskap alam tersebut memang luar biasa. Segala beban dan pikiran bisa hilang begitu saja, inilah healing yang sebenarnya. Udara dan semilir angin di perbukitan ini juga membuat wisatawan bertah berlama-lama di sana. Pemandangannya akan lebih eksotis saat matahari menyirami cahayanya pada pagi dan sore hari.

Spot Foto dan Wahana Seru

Tak hanya menyuguhkan keindahan alamnya yang memesona, Batu Pandang Ratapan Angin juga menawarkan beberapa spot foto instagramable. Spot fotonya memiliki konsep kekinian dengan latar belakang alam yang begitu menawan. Jangan lupa untuk mengabadikan momen dengan kamera terbaikmu, ya! Datanglah lebih pagi agar tidak terlalu mengantre untuk menjajal spot fotonya.

Selain spot foto, destinasi populer Wonosobo ini juga menyediakan beberapa wahana yang akan memacu adrenalin. Salah satunya adalah jembatan gantung merah putih di ketinggian 10 meter. Jembatan yang akan bergoyang saat tertiup angin ini langsung berlatarkan pegunungan, telaga, dan pohon-pohon yang hijau. Jangan khawatir soal keamanan, petugas akan membarikan alat pengaman dan pembatasan jumlah wisatawan untuk menghindari hal-hal negatif.

Wahana lainnya adalah flying fox atau sepeda gantung. Rasakanlah sensasi bergelantung dengan lintasan yang cukup panjang dan view di bawahnya yang menarik. Untuk menuju tempat flying fox, wisatawan akan menaiki motor yang petugas sediakan.

Batu Pandang Ratapan Angin sangat recommended bagi Sobat Djava yang ingin healing dengan budget yang minim. Untuk para fotografi yang ingin hunting, tempat ini pastinya cocok! Jangan lupa untuk menjaga kebersihan saat berlibur di sana, ya! (Ris/Djavatoday)

Waduk Wadaslintang Wonosobo: Pesona, Lokasi, hingga Fasilitas

Waduk Wadaslintang Wonosobo akhir-akhir ini banyak menjadi perbincangan warganet karena potretnya yang menakjubkan. Pemandangan alam berupa danau buatan yang memiliki pesona perbukitan di sekelilingnya ini begitu menarik perhatian. Dokumentasi keindahan gemuruh airnya yang berbuih putih seperti awan menjadi yang paling banyak berseliweran. Membuat warganet ingin pergi ke sana untuk liburan.

Curug Nyogong Garut: Info HTM, Lokasi, dan Fasilitas

Curug Nyogong Garut merupakan satu dari sekian banyaknya wisata air terjun terindah di Swiss Van Java. Gemuruh dan derasnya aliran air membuat kita seolah...

Curug Ciparay Tasikmalaya, Daya Tarik, HTM, dan Lokasi

Curug Ciparay Tasikmalaya merupakan salah satu objek wisata yang menyuguhkan keindahan dua aliran air terjun. Itulah mengapa air terjun ini sering kali mendapat julukan 'curug kembar' dari para wisatawannya. Selain menyajikan panorama alam yang eksotis, tempat ini juga menawarkan kesejukan yang sulit Anda temui di tengah perkotaan. Membawa kedamaian dan kedekatan dengan alam.

Telaga Bedakah Wonosobo, Pesona Indah dengan HTM Murah

Telaga Bedakah Wonosobo merupakan sebuah objek wisata yang menyuguhkan keindahan danau dengan biaya yang murah meriah. Pesonanya yang tak main-main membuat tempat ini menjadi destinasi para wisatawan dari berbagai daerah. Keindahan alam Wonosobo yang menyandang julukan Kota di atas Awan ini memang tak pernah mengecewakan. Keasrian dan kesegaran udaranya selalu memberikan kenyamanan yang menenangkan.
- Advertisment -Advertisment

Terpopuler

Lainnya