Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Polsek Sukadana terus mengintensifkan upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menyasar kalangan generasi muda. Melalui kegiatan sambang dan monitoring, petugas mendatangi sejumlah lokasi yang biasa menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda di wilayah Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jumat (19/6/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB itu dipimpin Kanit Samapta Polsek Sukadana Aipda Erik Fathullah bersama Bripda Raffi Nurfadilah. Selain memantau situasi kamtibmas, petugas juga berdialog langsung dengan para pemuda yang tengah berkumpul.
Dalam kesempatan tersebut, polisi menyampaikan berbagai pesan kamtibmas. Mulai dari pentingnya menjaga kerukunan, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor dan penipuan melalui media sosial.
Petugas juga mengingatkan para pemuda agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka, seperti penyalahgunaan narkoba, praktik pinjaman online ilegal, perundungan atau bullying, serta perjudian online yang belakangan semakin marak.
Tak hanya itu, polisi turut memberikan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas. Para pemuda diimbau untuk tidak terlibat balapan liar, tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta menghindari perilaku berkendara ugal-ugalan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Kapolsek Sukadana IPTU Dayat Hidayat mengatakan pembinaan terhadap generasi muda menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dibimbing bersama. Karena itu Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui edukasi dan pembinaan agar para pemuda terhindar dari berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan masa depan mereka,” ujar IPTU Dayat Hidayat.
Menurutnya, kegiatan sambang dan dialog langsung menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya kalangan muda, mengenai pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin mengajak para pemuda menjadi pelopor kamtibmas di lingkungannya. Dengan kesadaran bersama, situasi yang aman dan kondusif dapat terus terjaga,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan humanis yang dilakukan anggota di lapangan diharapkan semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah secara berkelanjutan.
Kegiatan sambang tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai kehadiran polisi di tengah para pemuda tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja. (Ayu/CN/Djavatoday)

