Senin, Maret 23, 2026

6 Tren Pariwisata 2025–2026 di Indonesia: Wisata Berkelanjutan Jadi Arah Baru Perjalanan

Industri pariwisata Indonesia terus bergerak mengikuti kebutuhan dan perilaku wisatawan yang semakin berubah. Memasuki periode 2025–2026, arah perjalanan wisata semakin kuat menuju konsep sustainable tourism atau wisata berkelanjutan. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memprediksi enam tren utama yang akan mendominasi dan menjadi motor penggerak destinasi di seluruh negeri.

Artikel ini merangkum tren wisata terbaru, lengkap dengan peluangnya bagi pelaku pariwisata, pengelola destinasi, maupun wisatawan yang ingin mengikuti perkembangan terkini.

1. Cultural Immersion: Menyelam Lebih Dalam ke Budaya Lokal

Tren ini menekankan pengalaman wisata yang lebih autentik. Wisatawan tidak hanya datang melihat atau belajar sepintas, tetapi benar-benar “masuk” ke kehidupan masyarakat lokal.
Mulai dari belajar seni tradisional, ikut dalam aktivitas desa wisata, hingga mengenal filosofi budaya, cultural immersion menjadi tren yang semakin diminati karena memberi nilai pengalaman yang lebih bermakna.

Mengapa tren ini naik?

  • Wisatawan ingin pengalaman otentik, bukan sekadar foto.
  • Desa wisata dan komunitas kreatif semakin berkembang.
  • Konten budaya lokal semakin tinggi peminatnya di media sosial.

2. Eco-Friendly Tourism: Wisata Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Kesadaran menjaga alam mendorong tren wisata ramah lingkungan menjadi semakin kuat. Wisatawan kini memilih destinasi yang mengedepankan keberlanjutan, seperti pengurangan sampah, konservasi alam, dan penggunaan energi ramah lingkungan.

Contohnya adalah ekowisata mangrove, wisata berbasis konservasi satwa, hingga hotel-hotel yang menerapkan green concept.

Faktor pendorong tren:

  • Tingginya isu perubahan iklim.
  • Kampanye lingkungan yang masif.
  • Kebutuhan wisatawan untuk berlibur tanpa merusak alam.

3. Nature & Adventure Based Tourism: Dari Gunung ke Goa, Petualangan Semakin Spesifik

Indonesia sejak lama dikenal memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Namun tren terbaru menunjukkan pergeseran: wisatawan kini mencari pengalaman petualangan yang lebih spesifik dan unik.

Bentuk-bentuk wisata yang sedang naik daun:

  • Susur gua
  • Trekking jalur khusus
  • River tubing
  • Jelajah hidden gems alam

Wisata petualangan tak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga sensasi dan tantangan yang membuatnya digandrungi berbagai kalangan.

4. Culinary & Gastro Tourism: Wisata Rasa Jadi Magnet Baru

Kuliner kini bukan lagi pelengkap, melainkan alasan utama orang bepergian. Culinary and gastro tourism diprediksi meningkat pesat karena keinginan wisatawan mengeksplorasi cita rasa khas daerah dan tradisi kuliner yang unik.

Dari street food, festival kuliner, kelas memasak tradisional, hingga eksplorasi dapur lokal, semuanya menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan nasional maupun mancanegara.

Mengapa pertumbuhan kuliner begitu pesat?

  • Munculnya tren food hunting.
  • Kuliner mudah viral.
  • Setiap daerah punya identitas rasa yang kuat.

5. Wellness Tourism: Liburan untuk Menyembuhkan dan Menenangkan

Kesibukan hidup modern mendorong wisatawan mencari tempat untuk memulihkan diri. Wellness tourism meliputi aktivitas seperti spa, meditasi, yoga, healing retreat, hingga wisata alam yang menenangkan.

Tren ini berkembang signifikan karena wisata kini dipandang sebagai kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Pendorong penting:

  • Tingginya tingkat stres masyarakat.
  • Kesadaran terhadap kesehatan mental.
  • Banyak destinasi menyediakan paket healing.

6. Bleisure: Gabungan Bisnis dan Liburan yang Kian Populer

Bleisure (business + leisure) menjadi gaya traveling baru, terutama bagi profesional muda. Perjalanan bisnis kini diperpanjang untuk rekreasi, membuat wisata semakin fleksibel dan efisien.

Fenomena ini tumbuh kuat berkat perkembangan MICE, gaya hidup pekerja nomaden, dan daya tarik wisata urban di Indonesia.

Mengapa bleisure naik daun?

  • Banyak pekerja yang bisa bekerja dari mana saja.
  • Kota-kota besar menawarkan fasilitas kerja dan hiburan.
  • Hotel dan destinasi menyediakan paket bleisure.

Enam tren wisata 2025–2026 menunjukkan bahwa wisatawan kini mengutamakan pengalaman, keberlanjutan, kesehatan, dan fleksibilitas. Bagi pelaku pariwisata, memahami tren ini menjadi kunci untuk mengembangkan produk yang relevan, kompetitif, dan diminati pasar global. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Indonesia siap menjadi destinasi unggulan dalam tren wisata dunia yang semakin dinamis dan berorientasi pada keberlanjutan. (Ayu/CN/Djavatoday)

Keliling Dunia dalam Satu Hari di Sarae Hills Bandung, Berikut Deretan Spot Keren yang Bisa Kamu Jelajahi!

Banyak orang mempunyai resolusi jalan-jalan keliling dunia. Salah satu alasan yang paling umum adalah karena luar negeri memiliki spot yang menarik, baik untuk dinikmati...

Tren Wisata 2026: Pengalaman Autentik, Berkelanjutan, dan Sarat Makna

Tren wisata 2026 menunjukkan perubahan besar dalam cara orang bepergian. Liburan tidak lagi sekadar berburu foto atau checklist destinasi populer, melainkan mencari pengalaman yang...

Sensasi Camping Tepi Sungai di Cadas Ngampar Ciamis, Wisata Alam Dekat Kota yang Lagi Hits

Wisata alam di Ciamis kini semakin beragam. Tak melulu soal pegunungan dan jalur ekstrem, ada satu destinasi camping yang menawarkan pengalaman berbeda dan lebih...

Libatkan Komunitas Rider, BP2D Ciamis Gencarkan Promosi Wisata Daerah

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Upaya promosi pariwisata Kabupaten Ciamis terus dilakukan dengan cara yang kreatif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan touring...

Terbaru