Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Fakta mengkhawatirkan dengan tingginya angka perceraian, saat ini sedang dihadapi Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Berdasarkan data di Kemenag Kabupaten Pangandaran selama tahun 2024 sebanyak 1.350 pasangan suami istri telah bercerai. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah pasangan yang menikah pada tahun 2024 sebanyak 3.124 pasangan.
Kasi Binmas Islam Kemenag Banjar Ujang Sutaryat mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya angka perceraian pasangan suami istri.
“Faktor pertama yang mendominasi adalah masalah ekonomi dengan total 1.028 kasus. Faktor kedua dengan 198 kasus disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran yang tak berkesudahan. Kemudian 43 kasus disebabkan meninggalnya salah satu pasangan dan terakhir adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 10 kasus,” jelasnya.
Faktor lainnya yang melatarbelakangi kasus perceraian antara lain perjudian sebanyak 5 kasus, poligami ada 4 kasus. 2 kasus untuk konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dan masing-masing satu kasus untuk kawin paksa dan hukuman kurungan penjara.
Upaya Pencegahan Intensif Dilakukan
Ujang menuturkan tingginya angka perceraian ini merupakan tugas besar bagi semua unsur masyarakat. Dalam hal ini perlunya koordinasi dan kerjasama dengan semua pihak terkait.
“Langkah pertama yang kita lakukan melaksanakan program bimbingan perkawinan bagi pasangan muda. Ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan maupun keterampilan dalam rumah tangga agar terhindar dari perceraian,” ucapnya.
Namun pihaknya sedikit menyayangkan sempat adanya pasangan muda yang tidak mengikuti program binwil, padahal jelas diwajibkan.
“Kami berharap upaya ini mampu menekan angka perceraian. Tentunya dengan kerjasama semua pihak baik pemerintah, tokoh agama maupun warga masyarakat untuk bisa mewujudkan̈ tujuan bersama. Bagaimana pun tingginya angka perceraian bukan hanya sebatas data statistik saja tetapi suatu hal yang perlu segera ditindaklanjuti demi kesejahteraan keluarga,”pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

