Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Di balik eksotisme Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran, tersimpan sebuah situs budaya yang sarat mitos dan nilai spiritual Goa Panggung. Goa ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tempat semedi tokoh legendaris, Embah Jaga Lautan, yang dipercaya sebagai anak angkat Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan.
Di bagian depan mulut goa, terukir tulisan yang mengisahkan bahwa Embah Jaga Lautan diberi tugas oleh ibunya, Nyi Roro Kidul, untuk menjaga lautan Jawa Barat khususnya, dan pantai-pantai Nusantara secara umum. Kisah-kisah turun-temurun menyebutkan bahwa Embah Jaga Lautan memiliki tujuh istri, namun rumah tangganya penuh konflik.
Menurut cerita, pada suatu waktu, ia memperoleh ikan tempel saat memancing. Setelah mendapatkan petunjuk dari Nyi Roro Kidul, ia mengajak ketujuh istrinya makan bersama. Momen itu dipercaya menjadi titik awal kerukunan dalam keluarga mereka.
Tak lama kemudian, Embah Jaga Lautan berpamitan untuk melakukan semedi panjang. Ia tak pernah kembali. Karena kesetiaan dan rasa cinta, ketujuh istrinya menyusul ke tempat semedi, namun hanya menemukan tempat kosong. Sebagai bentuk penghormatan, mereka membangun sebuah makam simbolik yang kini menjadi bagian utama Goa Panggung.
Goa Panggung kini ramai dikunjungi wisatawan, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan. Edwar, penjaga Goa Panggung, mengatakan bahwa goa ini tetap dijaga kebersihannya agar nyaman untuk pengunjung.
“Tidak ada tiket masuk khusus ke Goa Panggung, karena berada dalam kawasan TWA. Hanya ada kotak amal untuk yang ingin memberi sumbangan,” jelas Edwar.
Disebut “Goa Panggung” karena makam berada di bagian atas goa dan hanya bisa dicapai dengan menaiki tangga batu, menciptakan kesan seperti panggung alami. Tempat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer mistis serta menggali kekayaan budaya lokal. (Diana/CN/Djavatoday)

