Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Di tengah geliat modernisasi, sebuah bangunan tua di Dusun Bojongjati, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat, berdiri dalam kesunyian. Eks Stasiun kereta api Pangandaran, yang pernah menjadi denyut nadi transportasi di masa lampau, kini tampak memudar, tergerus oleh waktu dan ketidakpedulian.
Bangunan tersebut kini terlihat memprihatinkan. Dinding-dindingnya penuh coretan, atapnya runtuh dimakan usia, dan retakan tampak menganga di berbagai sudut. Di halaman depan, tumpukan sampah, gerobak pedagang, serta kendaraan yang diparkir sembarangan memperkuat kesan kumuh dan tak terurus.
Bagi sebagian warga, bangunan ini bukan sekadar sisa masa lalu. Amin, salah satu warga Pangandaran, berharap ada upaya nyata untuk menyelamatkan situs bersejarah ini.
“Kondisi bangunan yang semakin rusak perlu segera ditangani. Stasiun ini punya nilai sejarah yang tinggi dan bisa dikembangkan menjadi objek wisata,” ujar Amin, Sabtu (26/4/2025).
Ia menambahkan, pelestarian stasiun tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.
Meskipun beberapa bagian bangunan masih berdiri kokoh, kerusakan parah pada struktur atap dan tembok menjadi tanda mendesaknya tindakan konservasi. Tanpa perhatian dari pemerintah maupun masyarakat, kekayaan sejarah ini dikhawatirkan akan lenyap begitu saja.
Padahal, dengan revitalisasi dan pengelolaan yang tepat, eks Stasiun Pangandaran berpotensi besar menjadi destinasi wisata sejarah yang memperkaya identitas daerah serta menginspirasi generasi mendatang. (Diana/CN/Djavatoday)

