Melewatkan Sahur saat Berpuasa. Bulan Ramadan selalu identik dengan perubahan rutinitas hidup, mulai dari waktu makan yang hanya tertuju pada jam tertentu, pergeseran waktu tidur, hingga aktivitas sehari-hari yang turut menyesuaikan. Saat Ramadan, umat muslim disunahkan untuk sahur pada dini hari sebelum fajar sebagai bentuk persiapan sebelum menunaikan puasa wajib. Meski hukumnya sunah, sahur sangat dianjurkan karena tidak hanya menyimpan keberkahan, tetapi juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Namun sangat disayangkan, masih ada beberapa orang yang kerap melewatkan sahur karena berbagai alasan, seperti aktivitas kuliah yang padat, pekerjaan yang menumpuk, dan sebagainya.
5 Alasan Mengapa Sebaiknya Kamu Tidak Melewatkan Sahur
Sahur memiliki peran yang cukup penting dalam menjaga daya tahan tubuh agar kuat menahan lapar dan dahaga selama belasan jam. Di bawah ini merupakan lima alasan mengapa kamu sebaiknya tidak melewatkan sahur saat berpuasa.
Sumber Energi untuk Beraktivitas Seharian
Melewatkan sahur saat berpuasa ibarat berkendara jauh dengan tangki yang hampir kosong. Sahur adalah bahan bakar utama untuk membekali tubuh dari pagi hingga petang. Jika kamu melewatkan sahur, tubuh cenderung mudah lemas karena tidak mendapat asupan makanan dan minuman yang memadai. Maka dari itu, sebaiknya jangan lewatkan sahur agar tubuh memiliki energi untuk beraktivitas seharian.
Menjaga Kesehatan Tubuh
Melewatkan sahur saat berpuasa dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama bagi pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang aktivitasnya cukup padat. Jika tidak memiliki cadangan makanan dan cairan, tubuh jadi mudah lelah, bibir kering, bahkan sakit kepala, apalagi kalau cuaca sedang panas. Dengan membiasakan diri untuk sahur, metabolisme akan terjaga dan tetap stabil. Tubuh jadi tidak mudah “kaget” karena sudah mendapat asupan yang cukup.
Membantu Menjaga Konsentrasi dan Mood
Melewatkan sahur saat berpuasa dapat menurunkan kualitas belajar atau bekerja. Hal ini dikarenakan tubuh tidak mendapat glukosa atau bahan bakar yang cukup, membuat kamu jadi mudah mengantuk, sulit fokus, dan penurunan produktivitas. Kondisi ini juga berpengaruh pada suasana hati. Saat tubuh kekurangan energi, mood jadi tidak karuan, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas.
Mengikuti Sunah dan Mendapat Keberkahan
Sahur bukan sebatas makan dan minum pada dini hari, melainkan bentuk ibadah yang mendatangkan berkah. Rasulullah SAW menganjurkan umat muslim untuk melaksanakan sahur karena di dalamnya terdapat rahmat serta waktu yang mustajab untuk berdoa. Dengan kata lain, sahur adalah bagian dari kesempurnaan, sekalipun hanya dengan seteguk air.
Melatih Disiplin dan Manajemen Waktu
Bangun dini hari untuk sahur dapat membentuk kebiasaan yang baik, melatih disiplin, dan manajemen waktu. Rutinitas ini secara tidak langsung membantu kamu belajar untuk tidur lebih awal, mengatur alarm, dan mempersiapkan kebutuhan sahur sejak malam hari. Pola hidup seperti inilah yang bisa menjadi momentum untuk membangun tabiat baik, bahkan hingga bulan Ramadan berakhir.
Sahur bukan sekadar rutinitas, tapi juga fondasi yang membuat puasa dapat terlaksana dengan optimal. Mulai sekarang, yuk jangan lewatkan sahur agar tubuh tetap kuat, pikiran fokus, dan hati lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta. (Karin/Djavatoday)

