Jangan Langsung Berbaring Setelah Makan, Ini Dia Penyebab Asam Lambung yang Harus dihindari!

Penyebab asam lambung. Penyakit asam lambung atau GERD adalah kondisi medis yang terjadi ketika sfingter esofagus bawah atau katup antara lambung dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Otot-otot yang seharusnya berkontraksi dan menutup jalan menuju esofagus setelah makanan turun ke lambung justru melemah, sehingga esofagus tetap terbuka dan asam lambung akan naik kembali.

Asam lambung biasanya ditandai dengan gejala panas di dada atau mulut terasa pahit. Hal ini dikarenakan ketika asam lambung naik, kamu akan merasakan sensasi panas atau nyeri di lambung, yang kemudian menjalar ke dada.

Penyebab Asam Lambung Naik

Asam lambung tidak hanya disebabkan oleh konsumsi makanan pantangan seperti kopi, gorengan, makanan pedas, atau makanan lain yang dapat merangsang produksi asam berlebih. Asam lambung juga bisa disebabkan oleh kebiasaan berikut!

Langsung berbaring setelah makan

Penyebab asam lambung yang satu ini terdengar cukup umum, kebanyakan orang pasti pernah melakukannya. Selesai makan, perut terasa penuh, tubuh jadi memiliki keinginan untuk berbaring dan bermalas-malasan. Namun kenyataannya, langsung berbaring setelah makan sangat tidak baik untuk kesehatan, karena lambung yang penuh dengan makanan akan menekan katup yang berada di antara lambung dan kerongkongan, sehingga asam akan mudah naik. 

Kebiasaan makan berlebihan

Penyebab asam lambung yang harus kamu hindari selanjutnya adalah kebiasaan makan berlebihan. Saat kamu mengonsumsi makanan secara tidak teratur, misalnya dalam jumlah yang banyak, asam lambung akan meningkat. Oleh karena itu, makanlah dalam porsi yang pas dan seimbang untuk mengurangi tekanan pada lambung. 

Refleks menelan berkurang

Pernah merasakan asam lambung naik saat malam hari yang membuat tidurmu terganggu karena batuk atau tersedak? Ini penyebabnya! Saat tidur, refleks menelan menjadi berkurang. Padahal, refleks menelan memiliki peran penting dalam mendorong asam lambung untuk turun ke lambung dan usus. Selain itu, produksi air liur yang juga menurun saat tidur sangat berperan dalam menetralkan asam lambung.

Mengonsumsi obat-obatan

Penyebab asam lambung bisa juga dipicu oleh konsumsi obat-obatan, seperti obat tekanan darah tinggi atau obat anti inflamasi nonsteroid. Untuk mengurangi risiko gejala asam lambung saat mengonsumsi obat-obatan, sebaiknya minum obat dengan makanan karena dapat membantu mengurangi iritasi pada lapisan lambung. Kamu juga lebih baik tidak mengonsumsi obat sebelum tidur. 

Stres berlebihan

Tak hanya merusak suasana hati dan memengaruhi pikiran, stres juga bisa berakibat pada sistem pencernaan. Ketika seseorang mengalami stres, produksi asam lambung dapat meningkat, sehingga memperburuk gejala GERD. Maka penting untuk mengelola stres dengan istirahat yang cukup atau berolahraga di luar ruangan jika kamu membutuhkan suasana yang segar.

Asam lambung bisa dicegah dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti tidak makan berlebihan, tidak langsung berbaring setelah makan, hingga mengelola pikiran dengan baik. Untuk itu, yuk, terapkan pola hidup sehat untuk menjalani hari yang lebih baik! (Karin/Djavatoday)

Peroleh Asupan Energi untuk Proses Pemulihan, Berikut 5 Jenis Olahan Makanan untuk Meredakan Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan merupakan masalah kesehatan yang cukup umum bagi beberapa orang. Kondisi tersebut biasanya ditandai oleh beberapa gejala, seperti rasa nyeri saat menelan, tenggorokan...

Bahan Alami Pengusir Nyamuk yang Efektif dan Mudah Ditemukan di Rumah

Nyamuk sering menjadi masalah yang mengganggu, terutama saat musim hujan atau ketika cuaca sedang lembap. Selain menimbulkan rasa gatal, gigitan nyamuk juga berisiko membawa...

Manfaat Daun Nangka untuk Kesehatan, Lengkap dengan Cara Mengolah dan Mengonsumsinya

Daun nangka selama ini lebih sering dikenal sebagai pakan ternak atau pembungkus makanan tradisional. Padahal, di balik bentuknya yang tebal dan berwarna hijau tua,...

Manfaat Buah Lampeni untuk Kesehatan, Lengkap dengan Cara Mengonsumsinya

Buah lampeni mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, buah kecil berwarna merah keunguan hingga hitam ini sudah lama dikenal masyarakat sebagai tanaman...

Terbaru