Berita Jabar (Djavatoday.com),- Tantan Sulthon Bukhawan dipercaya memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026-2031. Ia terpilih dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jabar di Horison Ultima Hotel, Kota Bandung, Rabu (12/8/2026).
Tantan meraih 444 suara dari 699 pemilik suara. Ia mengungguli kandidat lainnya, Hardiyansyah, yang memperoleh 247 suara.
Dalam proses pemilihan tersebut, panitia mencatat dua suara abstain dan enam suara tidak sah. Tantan pun unggul 197 suara.
Kemenangan tersebut menjadi awal bagi Tantan untuk menjalankan berbagai program yang telah ditawarkannya selama proses pencalonan. Ia membawa visi “PWI Jabar Istimewa”.
Visi itu mencakup sejumlah fokus. Di antaranya peningkatan kompetensi wartawan, perlindungan profesi, kesejahteraan anggota, penguasaan teknologi, hingga penguatan organisasi di daerah.
Sebelum pemilihan, Tantan aktif menemui anggota PWI di berbagai daerah. Salah satunya saat bertemu jajaran PWI Priangan Timur di Kantor PWI Ciamis pada 5 Agustus 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri wartawan dan pengurus PWI dari Ciamis, Banjar, Pangandaran, serta Tasikmalaya.
Dalam kesempatan itu, Tantan memaparkan gagasannya untuk membawa PWI lebih adaptif terhadap perubahan dunia jurnalistik. Namun, ia tetap menekankan pentingnya perlindungan terhadap wartawan.
Gagasannya kemudian dirangkum dalam lima pilar utama.
Pilar pertama adalah peningkatan kompetensi wartawan. Tantan ingin memperluas akses anggota terhadap pelatihan jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Pilar berikutnya menyangkut perlindungan profesi. PWI Jabar akan diarahkan memiliki sistem advokasi yang lebih kuat bagi wartawan yang menghadapi persoalan saat menjalankan tugas.
Kesejahteraan anggota juga menjadi perhatian. Tantan mendorong akses terhadap BPJS serta berbagai program yang dapat meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan wartawan.
Selanjutnya adalah kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Wartawan dinilai perlu menguasai multimedia, pengolahan data, SEO, media sosial hingga kecerdasan buatan.
Pilar terakhir berkaitan dengan penguatan organisasi di daerah. Tantan ingin PWI di 25 kabupaten dan kota di Jawa Barat memiliki peran yang lebih kuat.
Lima pilar tersebut kemudian dituangkan dalam sembilan agenda kerja. Programnya mencakup peningkatan kompetensi, advokasi, kesejahteraan hingga transformasi digital.
Tantan juga menggagas PWI Creative Hub. Wadah ini nantinya dapat digunakan anggota untuk belajar, bertukar gagasan dan mengembangkan karya jurnalistik.
Kemitraan dengan berbagai pihak juga akan diperluas. Mulai dari pemerintah, BUMN dan BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha hingga komunitas.
Penguatan organisasi di tingkat kabupaten dan kota menjadi agenda lainnya. Dukungan akan diberikan melalui pendampingan, pelatihan dan perluasan jaringan.
Di internal organisasi, Tantan juga membawa gagasan pembenahan tata kelola. Ia ingin PWI Jabar berjalan lebih solid, terbuka dan bertanggung jawab.
Hubungan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan tetap akan dibangun secara profesional. Namun, independensi pers dan marwah organisasi tetap menjadi batas yang harus dijaga.
Kini, setelah mengantongi 444 suara, Tantan memiliki waktu lima tahun untuk membuktikan gagasannya. Visi “PWI Jabar Istimewa” tidak lagi sebatas janji pencalonan.
Periode 2026-2031 akan menjadi pembuktian apakah program tersebut benar-benar bisa diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh wartawan PWI di Jawa Barat. (Ayu/CN/Djavatoday)

