Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Momen unik terjadi dalam acara Gemar Makan Ikan di Kampung Rancabango, Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/5/2025). Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada warga yang hadir dengan imbalan hadiah menarik.
Pertanyaan yang dilontarkan sederhana, namun mengandung makna mendalam. “Apa makanan khas Tasikmalaya?” tanya Diky.
Sontak, warga menjawab, “Tutug Oncom!”—makanan yang memang sudah dikenal luas sebagai ikon kuliner Tasik.
Namun, Kang Diky, sapaan akrabnya, justru menyebut makanan lain yang menurutnya jauh lebih khas dan unik karena tidak ditemukan di daerah lain, yaitu Kupat Tanjung.
“Ini bukan sekadar kupat biasa. Kupat ini dimasak menggunakan air tanjung, dan hanya ada di Kota Tasikmalaya. Tidak perlu tambahan bumbu khusus, cukup air tanjung untuk menghasilkan rasa yang khas,” ujar Diky kepada awak media usai acara.
Diky mengungkapkan, dirinya telah menjalin komunikasi dengan Indonesian Chef Association (ICA) agar Kupat Tanjung bisa diangkat menjadi menu khas Kota Tasikmalaya dan dimasukkan ke dalam daftar sajian di hotel-hotel maupun restoran lokal.
“Kalau makanan khas ini bisa kita dorong agar selalu tersedia di tempat-tempat umum, maka akan menjadi media promosi yang efektif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Lebih jauh, Diky meyakini bahwa promosi Kupat Tanjung tidak hanya memperkenalkan identitas kuliner daerah, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat sekitar. Khususnya, warga yang tinggal di sekitar sumber air tanjung yang menjadi bahan utama pembuatan kupat tersebut.
“Kalau permintaan meningkat, maka mereka yang menjaga dan mengelola sumber air tanjung akan turut merasakan dampak ekonominya. Ini bentuk pemberdayaan masyarakat lokal melalui budaya kuliner,” tuturnya.
Kupat Tanjung merupakan salah satu kuliner tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tasikmalaya. Proses memasaknya yang khas menggunakan air tanjung—air alami dari sumber tertentu—memberi cita rasa berbeda dan menjadikan kupat ini otentik. (Ayu/CN/Djavatoday)

