Berita Jawa Barat (Djavatoday.com),- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat pada periode 23–29 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia, menjelaskan bahwa peningkatan potensi hujan dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks, baik pada skala global maupun regional.
“Berdasarkan analisis terbaru, indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah Jawa Barat,” kata Rakhmat dalam rilis yang dikirim BPBD Ciamis, Sabtu (24/1/2026).
Selain faktor global, lanjut Rakhmat, aktivitas gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Low Frequency juga diperkirakan aktif melintasi Pulau Jawa. Kondisi tersebut diperkuat oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia, sehingga meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jawa Barat.
“Terpantau pula adanya belokan angin dan daerah konvergensi di Jawa Barat yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Ditambah dengan kondisi atmosfer yang labil sedang hingga kuat, potensi hujan lebat semakin meningkat,” ujarnya.
BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi terdampak hujan intensitas sedang hingga sangat lebat meliputi Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Kota Cimahi, Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.
Rakhmat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gangguan aktivitas harian lainnya.
“Mengingat cuaca bersifat dinamis, kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta mengambil langkah antisipatif terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi,” tuturnya.
BMKG Jawa Barat juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG agar dapat melakukan mitigasi sejak dini dan mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. (Ayu/CN/Djavatoday)

