World Cleanup Day 2025, Warga Baregbeg Ciamis Kompak Bersihkan Sungai Ciharus

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ratusan warga dari sembilan desa di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan kekompakan luar biasa dalam momentum World Cleanup Day (WCD) 2025. Sabtu (20/9/2025), mereka bersama-sama turun ke lapangan untuk membersihkan lingkungan, dengan fokus utama di aliran Sungai Ciharus, Dusun Balemoyan, Desa Mekarjaya.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Baregbeg, H. Dede Hendara, bersama Kepala Desa Mekarjaya, Elan Kuswaya. Turut mendampingi pula para relawan dari Tim Oren Desa Mekarjaya dan Tim Gaspol Desa Sukamulya yang dikenal aktif dalam berbagai aksi sosial.

Dalam sambutannya, Camat Baregbeg menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, yang sebelumnya meminta seluruh camat dan kepala desa untuk lebih serius menjaga kebersihan wilayah, mulai dari tingkat dusun hingga RT dan RW.

“Ini adalah bagian dari gerakan nasional menuju Indonesia Bersih 2045. Arahan Bupati jelas, kita harus kompak menjaga kebersihan. Jangan puas dengan predikat Ciamis sebagai salah satu kota kecil terbersih di ASEAN, tapi jadikan itu motivasi untuk terus bergerak,” ujar Dede Hendara.

Ia menambahkan, aksi serentak tersebut diikuti seluruh desa di Baregbeg. “Alhamdulillah, masyarakat dari sembilan desa ikut kompak membersihkan lingkungan masing-masing, selain di pusat kegiatan di Sungai Ciharus,” jelasnya.

Kepala Desa Mekarjaya, Elan Kuswaya, memberikan apresiasi khusus kepada Tim Oren, kelompok relawan yang sudah lama menjadi ujung tombak kegiatan sosial di desanya.

“Tim Oren bukan hanya hadir saat kegiatan bersih-bersih, tetapi juga selalu siap ketika terjadi musibah atau bencana. Mereka bergerak tanpa pamrih, tanpa digaji, murni karena panggilan hati untuk membantu masyarakat,” tutur Elan.

Elan menyebut, Tim Oren sudah diakui hingga tingkat Provinsi Jawa Barat. Mereka memiliki SK resmi, rutin mengikuti pelatihan, dan secara berkala melakukan koordinasi dengan pemerintah desa agar selalu siap dalam berbagai kondisi.

Meski kegiatan ini berlangsung dalam momentum World Cleanup Day, Elan memastikan bahwa gerakan menjaga kebersihan tidak akan berhenti di sini. Menurutnya, minimal setiap tiga bulan sekali, masyarakat Desa Mekarjaya bersama Tim Oren akan menggelar aksi bersih-bersih serupa.

“Menjaga lingkungan harus menjadi budaya, bukan hanya seremonial. Dengan semangat gotong royong, kami ingin menjadikan Desa Mekarjaya sebagai contoh bagi desa lain, agar predikat Ciamis sebagai kota terbersih ASEAN bisa terus dipertahankan,” tegasnya.

Aksi World Cleanup Day di Baregbeg tidak hanya menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, tetapi juga memperlihatkan semangat kebersamaan. Dengan keterlibatan seluruh elemen, dari pemerintah kecamatan, desa, hingga relawan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kesadaran lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan kolektif.

“Ini langkah kecil menuju cita-cita besar, Indonesia Bersih 2045. Dengan kerja bersama, kita bisa menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” pungkas Elan. (Andra/CN/Djavatoday)

Diperiksa Menyeluruh, Hewan Kurban di Ciamis Dipastikan Sehat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Ciamis dipastikan berjalan aman dan sesuai standar kesehatan. Dinas Peternakan...

Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Ciamis Meninggal Dunia di Arafah

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M, seorang jemaah haji lansia asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,...

Ribuan Warga Padati Masjid Agung Ciamis, Pemkab Tekankan Makna Pengorbanan dan Kepedulian Sosial

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ribuan warga memadati Masjid Agung Ciamis untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026). Suasana khidmat terasa sejak pagi saat...

Modus Hibah Luar Negeri, Komplotan Penipu di Ciamis Gasak Rp 150 Juta

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Harapan mendapatkan dana hibah fantastis justru berujung petaka bagi seorang pimpinan pondok pesantren asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Ia menjadi korban penipuan...

Terbaru