Warga Karangampel Ciamis yang Menantikan Musim Kemarau

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bagi sebagian warga, musim kemarau kering adalah musim yang tidak diharapkan. Namun berbeda halnya dengan warga Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, yang saat ini menanti musim kemarau. Kenapa bisa demikian?

Warga Desa Karangampel umumnya mata pencahariannya asalah petani. Salah satu komuditinya adalah duku. Desa Karangampel juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil duku terbesar di Ciamis. Hampir setiap warga memiliki banyak pohon duku.

Sudah 4 tahun ini, warga Karangampel Ciamis terpaksa harus puasa. Mengingat selama itu pohon duku tidak pernah berubah. Penyebabnya ribuan pohon duku terkena penyakit karat daun.

“Sudah tidak pernah panen selama 4 musim. Pohon duku terserang penyakit karat daun. Seluruh daun pohon duku berwarna coklat semu kemerahan. Bahkan sekarang menjangkit pohon rambutan dan manggis,” ujar Kepala Desa Karangampel Asep Yudi Ruhiana, Senin (31/7/2023).

Warga melakukan berbagai upaya supaya penyakit karat daun pada pohon duku segera lenyap. Namun upaya warga bersama instansi terkait Pemkab Ciamis tidak membuahkan hasil. Sekali pun telah menyemprotkan tawas atau kaporit

Menurut warga Desa Karangampel, salah satu solusi yang kemungkinan berhasil adalah adanya musim kemarau kering. Harapannya, daun yang terkena penyakit akan berguguran, lalu tumbuh pohon baru yang terbebas dari penyakit.

“Jadi masyarakat menantikan ada musim kemarau ini bisa membebaskan penyakit karat daun yang ada pada duku,” katanya.

Pohon Duku saat Kemarau, Warga Karangampel Sebut Akan Berbuah Lebat

Selain akan menyembuhkan penyakit, menurut Asep, pohon duku akan berbuat lebat apabila tidak ada hujan atau saat kemarau.

“Selama 4 musim ini kan musim kemarau basah, sering hujan. Jadi pohon tidak berbuah. Semoga saat masuk musim kemarau kering ini bisa mengakhiri puasa duku. Masyarakat bisa panen lagi,” ungkapnya.

Desa Karangampel memiliki sekitar 1.500 kepala keluarga yang semuanya memiliki pohon duku. Sehingga buah duku menjadi salah satu andalan untuk menopang ekonomi masyarakat. Mayoritas mata pencaharian warga Karangampel adalah petani.

“Pohon duku masyarakat itu adalah warisan orang tua sejak dulu turun temurun. Sekali panen, duku yang dihasilkan bisa 100 ton bahkan lebih,” jelas Asep.

Duku Karangampel dan duku Cililitan khas Ciamis ini biasa dikirim ke sejumlah pasar induk dan pasar lokal. Mulai dari Ciamis, Cirebon, Caringin, Tasikmalaya hingga Yogyakarta.

“Duku Karangampel dan Cililitan memiliki kualitas yang sama,” ungkapnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

Diperiksa Menyeluruh, Hewan Kurban di Ciamis Dipastikan Sehat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Ciamis dipastikan berjalan aman dan sesuai standar kesehatan. Dinas Peternakan...

Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Ciamis Meninggal Dunia di Arafah

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M, seorang jemaah haji lansia asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,...

Ribuan Warga Padati Masjid Agung Ciamis, Pemkab Tekankan Makna Pengorbanan dan Kepedulian Sosial

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ribuan warga memadati Masjid Agung Ciamis untuk melaksanakan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026). Suasana khidmat terasa sejak pagi saat...

Modus Hibah Luar Negeri, Komplotan Penipu di Ciamis Gasak Rp 150 Juta

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Harapan mendapatkan dana hibah fantastis justru berujung petaka bagi seorang pimpinan pondok pesantren asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Ia menjadi korban penipuan...

Terbaru