Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana kerja bakti yang semula berlangsung santai di Dusun Goropak, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, mendadak berubah tegang. Warga yang tengah membersihkan saluran air dikejutkan dengan kemunculan seekor ular sanca kembang berukuran besar, Selasa (5/5/2026) pagi.
Ular sepanjang kurang lebih empat meter itu terlihat bersembunyi di dalam saluran air. Temuan tersebut langsung membuat warga khawatir, mengingat ukuran dan potensi bahaya dari hewan melata tersebut.
Endang (48), warga Dusun Ciakar yang pertama kali melaporkan kejadian itu, memilih tidak mengambil risiko. Ia segera menghubungi petugas pemadam kebakaran Pos WMK Kawali untuk meminta bantuan evakuasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Damkar dari Dinas Satpol PP Ciamis langsung bergerak ke lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Proses evakuasi dilakukan oleh petugas dengan peralatan khusus untuk menangani satwa liar.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, menjelaskan bahwa penanganan ular sanca membutuhkan kehati-hatian ekstra agar tidak membahayakan warga maupun petugas.
“Begitu menerima laporan, tim langsung kami kerahkan ke lokasi. Ular berada di saluran air, sehingga perlu teknik khusus dalam penanganannya agar tidak lepas atau menyerang,” ujar Budi.
Menurutnya, keberadaan ular di permukiman warga kerap dipicu oleh perubahan lingkungan, termasuk kondisi saluran air yang lembap dan menjadi habitat yang disukai.
“Biasanya ular muncul karena mencari makan atau tempat yang lembap. Saluran air seperti ini memang sering jadi lokasi persembunyian,” katanya.
Dalam waktu sekitar satu jam, petugas yang terdiri dari Adam, Bimar, dan Rizal berhasil mengevakuasi ular tersebut tanpa insiden. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Setelah berhasil diamankan, ular sanca itu kemudian dibawa petugas untuk penanganan lebih lanjut agar tidak kembali mengancam warga.
Budi menegaskan, pihaknya akan terus siaga merespons laporan masyarakat, tidak hanya terkait kebakaran, tetapi juga kondisi darurat lain termasuk evakuasi hewan berbahaya.
“Keselamatan warga jadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika menemukan hewan liar yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya.
Sekitar pukul 11.00 WIB, proses evakuasi dinyatakan selesai. Tim kemudian kembali ke markas menggunakan unit kendaraan operasional dengan situasi aman dan terkendali. (Ayu/CN/Djavatoday)

