Ubi Jumbo dari Pematang Sawah Kawali, Cerita Petani Perempuan yang Curi Perhatian di Expo KTNA Ciamis 2025

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Di tengah keramaian Expo KTNA 2025 yang digelar di Lapangan Bungursari, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, ada satu stan sederhana yang justru menjadi pusat perhatian. Bukan karena dekorasi mewah, melainkan karena sebuah ubi berukuran luar biasa yang seolah tak masuk akal tumbuh dari pematang sawah.

Ubi putih itu seukuran kepala orang dewasa, beratnya mencapai 5 kilogram. Bukan hasil rekayasa teknologi atau program pertanian modern melainkan tumbuh secara alami, ditanam dengan pupuk organik oleh N. Suryatin Nilawati, seorang petani perempuan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi, Desa Selasari, Kecamatan Kawali.

“Saya tanam ubi itu di pematang sawah, awalnya iseng saja. Nggak nyangka pas dipanen bisa sebesar itu,” ujar Suryatin, Selasa (8/7/2025).

Suryatin menceritakan, dalam waktu empat bulan, ia bisa memanen hingga 1 kuintal ubi dari beberapa batang yang ditanam secara tradisional. Ia sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia, cukup dengan pupuk kandang dari ternak di sekitar rumah. “Saya rawat biasa saja, paling penting rajin cek tanahnya dan jangan sampai kekeringan,” tambahnya.

Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian Expo KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 27 kecamatan. Masing-masing stan memamerkan hasil pertanian unggulan, mulai dari beras lokal, sayuran organik, produk olahan, hingga teknologi tepat guna hasil inovasi kelompok tani.

Namun, di antara semua produk, ubi putih raksasa dari Kawali mencuri perhatian banyak pengunjung, termasuk pejabat daerah yang hadir dalam pembukaan expo yang dilakukan langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.

Ini membuktikan bahwa pertanian Ciamis masih punya kejutan-kejutan luar biasa. Ubi dari Desa Selasari ini bisa menjadi komoditas unggulan baru jika dibina dan dikembangkan.

Kini, Suryatin punya rencana besar. Ia tidak ingin ubi itu hanya viral sesaat di pameran. Ia berencana membudidayakan secara serius dan mengajak anggota KWT lainnya untuk menanam di lahan yang lebih luas. Harapannya, ubi putih besar ini bisa menjadi ikon pertanian Desa Selasari—bahkan mungkin Kawali secara keseluruhan.

Dijual dengan harga Rp 4.000 per kilogram, ubi tersebut bukan hanya punya potensi sebagai bahan pangan lokal, tetapi juga produk olahan seperti keripik, tepung, atau makanan ringan lainnya.

“Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik. Saya ingin generasi muda lihat bahwa bertani itu bisa keren dan menghasilkan,” kata Suryatin. (Ayu/CN/Djavatoday)

Kapolres Ciamis Gelar Salat Subuh Keliling, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melaksanakan Salat Subuh Keliling di Masjid Agung Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu...

Keributan Suporter Warnai Laga PSGC Vs PSIS, Polisi Kawal Bus hingga Keluar Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pertandingan PSGC Ciamis melawan PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 2 Indonesia 2026/2027 di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu (17/10/2026) malam,...

PSIS Semarang Gagal Bawa Pulang Tiga Poin dari Kandang PSGC, Finishing Jadi Sorotan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSIS Semarang gagal membawa pulang tiga poin saat bertandang ke markas PSGC Ciamis dalam lanjutan pekan keenam Liga 2 Indonesia 2026/2027....

Ditahan PSIS di Kandang, PSGC Ciamis Evaluasi Passing dan Pertahanan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis harus puas meraih satu poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 2 Indonesia...

Terbaru