Tiga Kesenian Buhun di Ciamis yang Masih Dilestarikan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kesenian dan kebudayaan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, sangat beraneka ragam. Tidak hanya kesenian moderen, namun juga yang buhun atau sudah lama pun masih lestari dan tetap dimainkan sampai sekarang. Kesenian itu tidak hanya sekadar untuk hiburan, namun juga sarana syiar Islam.

Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpora Ciamis Eman Hermansyah mengatakan kesenian buhun Ciamis saat ini keberadaannya masih lestari. Pemerintah pun terus berupaya untuk menjaga kelestariannya.

Kesenian buhun itu sering tampil dalam berbagai kegiatan tradisi atau event. Tujuannya untuk mengenalkan kepada generasi penerus yang akan menjadi pelakunya agar terus lestari. Meski memang saat ini banyak pelaku seni yang sudah usianya sudah tua.

“Salah satu upayanya memberikan ruang pentas kesenian tradisional daerah dalam setiap event. Melakukan revitalisasi kesenian daerah. Ada beberapa kesenian tradisional buhun yang masih eksis hingga saat ini seperti Gondang Buhun, Gembyung dan lainnya,” ujar Eman, Kamis (17/8/2023).

Berikut 3 Kesenian Buhun di Ciamis yang Lestari

Gondang Buhun

Kesenian Gondang Buhun berasal dari Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Sebutan lain Gondang yakni nutu, ngalesu atau tutunggulan. Seni ini dihasilkan dari kombinasi ketukan pada lesung yang ditabuh dengan nyanyian.

Lesung terbuat dari kayu yang biasa digunakan pada zaman dulu untuk menumbuk padi menjadi beras. Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam kegiatan tradisi nyuguh di Kampung Adat Kuta setiap tanggal 25 Shafar.

Kesenian tersebut biasanya dimainkan oleh kaum perempuan. Lagu-lagu yang dinyanyikan terdiri dari dua bentuk yakni dalam bentuk sekae dan tutunggulan. Untuk sekar yakni Lais, Nyipa Nyari, Layung Nangtung dan Cangkurileung. Sedangkan dalam bentuk tutunggulan seperti Ketuk, Tiulu dan Banjet.

Gondang Buhun ini juga sudah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia pada tahun 2018 dari Provinsi Jawa Barat.

Genjring Ronyok

Kesenian Genjring Ronyok berasal dari Kecamatan Kawali. Kesenian tradisional ini erat kaitan dengan syiar Islam yang sudah turun temurun sejak dulu. Dalam pementasannya Genjring Ronyok mengiringi salawat.

Genjring sendiri hampir sama dengan rebana, sedangkan ronyok artinya berkerumun atau berkumpul bersama-sama.

Genjring Ronyok disebut-sebut sebagai salah satu media penyebaran Islam di Kawali dari Kesultanan Cirebon pada masa lalu. Saat ini kesenian tersebut dipentaskan dalam kegiatan keagamaan salah satunya maulid nabi.

Konon pada masa lalu, kesenian ini cukup efektif sebagai media pembinaan para generasi muda. Setiap malam kalangan anak muda bertemu di masjid, lalu memainkan Genjring secara bersama-sama ketika waktu senggang. Namun sayangnya, seiring perkembangan zaman, pemandangan itu saat ini sudah jarang ditemukan. Bahkan Genjeing Ronyok saat ini dimainkan oleh orang tua dengan usia 50 tahunan.

Gembyung

Kesenian buhun yang masih ada adalah Gembyung dari Kecamatan Panjalu. Gembyung pada masa lalu sebagai salah satu media untuk penyebaran Agama Islam. Di Panjalu, kesenian ini biasa dipentaskan dalam Tradisi Nyangku pada bulan Maulud.

Gembyung sendiri merupakan pengembangan dari terbang dari Cirebon. Kemudian dikombinasikan dengan 4 buah terbang, kendang, kulanter, gong, kempul, saron dan rebab. Konon Gembyung ini merupakan kesenian warisan dari wali.

Khusus di Kecamatan Panjalu, pemain Kesenian Gembyung tersebut berasal dari garis keturunan Prabu Hariang Kuning yang memainkannya. Jumlah pemain 11 orang dan 3 orang cadangan, 1 orang melantunkan shalawat.

Kesenian Gembyung tidak hanya mengungkapkan rasa seni, tetapi juga mengungkapkan aktualialisasi sistem religi. Gembyung juga sering ditampilkan pada kegiatan keagamaan Islam lainnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

Dua Jamaah Haji Asal Ciamis Wafat di Tanah Suci, Kemenhaj Urus Santunan Ahli Waris

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kementerian Haji dan Umrah memastikan dua jamaah haji asal Kabupaten Ciamis yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi...

Jejak Leluhur Galuh Hidup dalam Tradisi Ziarah Hari Jadi Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pagi itu, suasana di kawasan makam leluhur Galuh di Ciwahangan Girang, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, tak lagi lengang seperti hari-hari biasa....

Empat Kasus Anak Tenggelam di Ciamis, BPBD Ingatkan Bahaya Arus Bawah

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ciamis kembali dihadapkan pada rentetan peristiwa memilukan. Dalam waktu hanya empat hari, empat anak meninggal dunia akibat tenggelam di sejumlah lokasi...

Sedang Memasak, Warga Ciamis Dikejutkan Kemunculan Biawak di Dapur

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Aktivitas memasak yang awalnya berjalan biasa mendadak berubah menegangkan bagi Dewi Anisa (26), warga Dusun Ciakar Hilir, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku,...

Terbaru