Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Ciamis kembali dihadapkan pada rentetan peristiwa memilukan. Dalam waktu hanya empat hari, empat anak meninggal dunia akibat tenggelam di sejumlah lokasi perairan berbeda di wilayah Kabupaten Ciamis.
Peristiwa tersebut terjadi di sungai hingga saluran irigasi dan kini menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis. BPBD mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar perairan, terlebih saat musim libur sekolah.
Dua korban pertama merupakan bocah perempuan berinisial KY dan SO yang masing-masing berusia sekitar 11 tahun. Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ciseel, Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 14.20 WIB.
Saat kejadian, kedua korban diduga tengah bermain dan mandi di aliran sungai sebelum akhirnya terseret arus.
Masih di hari yang sama, peristiwa serupa kembali terjadi di Kecamatan Lakbok. Seorang bocah berusia empat tahun bernama Lazio Argatama Gumelar ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di saluran irigasi Cibodas, Dusun Citamiang, Desa Cintaratu.
Korban diduga terpeleset lalu terseret arus irigasi yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Selang tiga hari kemudian, Senin (8/6/2026), suasana di Bendungan Tangkolo, Sungai Cijolang, perbatasan Kecamatan Rancah, Ciamis, dan Kecamatan Subang, Kuningan, mendadak geger. Bocah berinisial RR (8) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat berenang bersama teman-temannya.
Korban sempat bermain air di area bendungan sekitar pukul 11.00 WIB sebelum akhirnya hilang dari permukaan air.
Menanggapi rentetan kejadian tersebut, BPBD Ciamis menyampaikan duka mendalam sekaligus mengingatkan bahaya aktivitas bermain di area perairan.
“Sangat memprihatinkan, kejadiannya anak tenggelam sampai mengakibatkan empat anak meninggal dunia. Dua orang di Purwadadi, satu di Lakbok, dan satu lagi di Rancah. Kami dari BPBD mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya, semoga seluruh korban diterima di sisi-Nya,” ujar perwakilan BPBD Ciamis.
BPBD menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan perairan seperti sungai, bendungan, embung, kolam hingga saluran irigasi memiliki potensi bahaya yang tidak boleh dianggap sepele.
“Potensi bahaya di lingkungan perairan harus menjadi perhatian serius bersama, baik pemerintah, orang tua, maupun lingkungan sekitar,” katanya.
BPBD juga meminta seluruh pihak meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama selama masa libur sekolah. Menurutnya, keselamatan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua atau guru semata, melainkan tanggung jawab bersama.
“Kami mengajak orang tua, keluarga, guru, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa untuk meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, baik saat di rumah maupun di luar rumah,” ucapnya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi sungai atau saluran air meski terlihat dangkal. Sebab, kondisi dasar perairan tidak selalu rata dan kerap memiliki arus bawah yang berbahaya.
“Kadang terlihat dangkal, tapi di bawahnya ada arus yang tidak terlihat. Karena itu anak-anak harus terus diingatkan agar tidak berenang sembarangan tanpa kemampuan atau tanpa perlengkapan keselamatan,” katanya.
BPBD pun mengimbau orang tua agar lebih aktif memantau aktivitas anak-anak, khususnya ketika bermain di sekitar sungai dan bendungan.
“Kalau memang tidak bisa berenang, jangan nekat. Orang tua juga harus lebih waspada karena anak-anak kadang bermain diam-diam tanpa sepengetahuan keluarga,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

