Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana Gedung Kesenian Ciamis tampak berbeda dalam dua hari terakhir. Dinding ruangan dipenuhi puluhan lukisan beragam warna dan makna, sementara para seniman, pelajar, hingga masyarakat umum larut dalam aktivitas seni yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Komunitas Seni Lukis Galuh (SLUG) menggelar pameran seni rupa bertajuk Saujana Kala yang berlangsung hingga Jumat (22/5/2026). Mengusung tema “Membingkai Kemarin, Mewarnai Hari Esok”, pameran tersebut menghadirkan karya-karya yang mengangkat sejarah, budaya, hingga kehidupan masyarakat Tatar Galuh.
Beragam lukisan yang dipamerkan menampilkan interpretasi para perupa terhadap situs sejarah, warisan budaya, dan nilai-nilai leluhur yang mulai terlupakan. Lewat sapuan kuas dan permainan warna, para seniman mencoba menghadirkan kembali jejak masa lalu agar lebih dekat dengan generasi muda.
Ketua panitia pameran, Irfan Setia, mengatakan kegiatan itu bukan sekadar ajang memamerkan karya seni, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan silaturahmi bagi para seniman maupun masyarakat.
“Pameran ini bukan hanya tentang memamerkan lukisan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi para seniman dan media edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal seni dan budaya daerah,” ujarnya.
Menurut Irfan, seni rupa dapat menjadi salah satu cara menjaga identitas budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kami ingin seni lukis di Ciamis tetap hidup dan berkembang. Seni juga bisa menjadi cara menjaga identitas budaya agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Pameran tersebut menghadirkan karya sejumlah seniman lokal seperti Acep Zamzam Noor, Deni Suluh, Dodi Sutardi, Eded Harto, Farid Yudiatmoko, Gilang (Gigiw), hingga Yok Zafarullah dan Yully ISBTK.
Tak hanya pameran seni rupa, kegiatan juga diramaikan dengan menggambar bersama pelajar tingkat TK hingga SMA serta masyarakat umum. Pada hari pertama, panitia turut menggelar diskusi budaya bertema “Kebangkitan Gambar, Menggambar Kebangkitan”.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dian Budiyana, mengapresiasi kolaborasi para seniman dan budayawan yang dinilai mampu menghadirkan ruang kreatif sekaligus pelestarian budaya.
“Pameran ini membuktikan bahwa seniman dan budayawan di Ciamis mampu berkolaborasi menghadirkan karya yang mengangkat nilai budaya dan warisan leluhur,” katanya.
Dian menilai tingginya antusiasme pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi pertanda tumbuhnya regenerasi seni rupa di Ciamis. Ia juga melihat semakin banyak pelukis perempuan muda yang mulai berani menunjukkan karya mereka.
Menurutnya, karya seni bertema budaya lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif, seperti merchandise dan cenderamata khas daerah.
Pemerintah Kabupaten Ciamis pun berencana terus mendorong kolaborasi seni dan budaya melalui berbagai agenda daerah, termasuk kegiatan bersama Dinas Pariwisata di kawasan Karangkamulyan pada Juni mendatang. (Ayu/CN/Djavatoday)

