Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan bahwa lanjut usia (lansia) bukan hanya kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Menurutnya, para lansia juga memiliki pengalaman, pengetahuan, serta semangat yang dapat terus memberikan kontribusi bagi lingkungan.
Hal itu disampaikan Herdiat saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) III Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kabupaten Ciamis di Aula Rumah Makan Linggasari II, Jalan Raya Ciamis-Banjar Km 6, Dusun Desa, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kamis (27/8/2026).
Musda III LLI Kabupaten Ciamis tersebut mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera, Semangat Berkarya adalah Kunci Hidup Bermartabat.”
Dalam sambutannya, Herdiat mengapresiasi keberlangsungan organisasi LLI Kabupaten Ciamis yang kini telah memasuki pelaksanaan Musda ketiga.
Ia berharap Musda yang digelar lima tahunan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan program yang benar-benar memberikan manfaat bagi para lansia dan masyarakat secara luas.
“Alhamdulillah, tidak terasa LLI sudah dua kali melaksanakan Musda dan hari ini merupakan yang ketiga. Saya berharap pelaksanaan Musda kali ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata,” ujar Herdiat.
Menurutnya, LLI memiliki posisi penting sebagai wadah bagi para lansia untuk tetap beraktivitas. Para lansia dapat saling berbagi pengalaman dan ilmu, menjaga silaturahmi, sekaligus tetap mengambil bagian dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Bupati Ajak Lansia Peduli Lingkungan
Pada kesempatan tersebut, Herdiat juga mengajak jajaran LLI untuk ikut berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Ajakan itu disampaikan di tengah kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini. Herdiat menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah dan telah menyebabkan kerusakan lingkungan dalam skala besar.
“Puluhan ribu hektare hutan kita terbakar. Ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Kita harus menjadi contoh dan bersama-sama mengedukasi masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” tegasnya.
Ia mengatakan, menjaga kelestarian alam bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
Kemarau panjang juga mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan.
“Musim kemarau di Ciamis sudah cukup lama. Di beberapa daerah lainnya bahkan sudah mulai kekurangan air bersih. Saya mengimbau masyarakat agar menggunakan air dengan bijak, secukupnya,” katanya.
Soroti Stunting hingga Rutilahu
Dalam sambutannya, Herdiat juga memaparkan sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan pembangunan di Kabupaten Ciamis. Di antaranya persoalan stunting, keterbatasan fiskal daerah hingga rumah tidak layak huni (rutilahu).
Ia menyebut angka stunting di Kabupaten Ciamis masih berada di kisaran 24 persen. Untuk menanganinya, Pemerintah Kabupaten Ciamis telah membagi tugas kepada setiap perangkat daerah dengan memiliki wilayah binaan masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan agar pemantauan dan intervensi terhadap persoalan stunting dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.
Di sisi lain, keterbatasan kemampuan fiskal daerah juga menjadi tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan.
“Kita harus menyadari bahwa fiskal kita sangat kecil. Ciamis berada pada peringkat ke-24 dari 27 kabupaten/kota. Sementara untuk rutilahu, di Ciamis terdapat sekitar 13.000 rumah yang sudah terdaftar. Ini bukan angka yang sedikit,” ungkapnya.
Meski demikian, Herdiat menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh membuat semangat pembangunan masyarakat ikut melemah.
Sebaliknya, kondisi tersebut dinilai menjadi momentum untuk kembali memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi salah satu kekuatan masyarakat Ciamis.
Ia mencontohkan keterlibatan masyarakat dalam menangani persoalan sampah hingga pembangunan infrastruktur secara swadaya. Di sejumlah kecamatan dan desa, masyarakat bergotong royong membangun jalan melalui pengecoran maupun pengaspalan atau hotmix.
“Saya sangat bangga. Sekalipun hujatan datang kepada saya, bagi saya tidak apa-apa. Saya yakin yang tahu kondisi keuangan saat ini adalah kondisi yang sedang defisit,” tuturnya.
Herdiat menilai semangat tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak harus sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat justru dapat menjadi kekuatan untuk menjaga pembangunan tetap berjalan.
Sementara itu, Musda III LLI Kabupaten Ciamis juga menjadi momentum pemilihan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026-2031.
Herdiat berharap pengurus yang terpilih nantinya mampu menjaga marwah organisasi dan membawa LLI Kabupaten Ciamis semakin berkembang.
“Siapapun yang terpilih dan mendapat amanah, saya berharap mampu menjaga marwah organisasi serta memajukan dan mengembangkan LLI ke arah yang lebih baik,” harapnya.
Ia juga mengingatkan agar keberadaan LLI tidak hanya berfokus pada urusan organisasi. LLI diharapkan menjadi ruang bagi para lansia untuk tetap berinteraksi, berbagi pengalaman dan menikmati masa lanjut usia dengan penuh kebahagiaan.
“Jadikan lembaga ini paling tidak menjadi ajang atau wadah silaturahmi, untuk berbagi ilmu dan berbagi kebahagiaan,” pungkasnya.
Melalui Musda III tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap LLI semakin mampu menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan sosial yang ramah lansia. Para lansia juga diharapkan tetap sehat, aktif, produktif dan dapat menjalani kehidupan secara bermartabat. (Ayu/CN/Djavatoday)

