Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pagi yang biasanya tenang di sebuah rumah kos di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, mendadak diwarnai kepanikan. Seekor ular sanca kembang sepanjang sekitar dua meter tiba-tiba muncul di depan pos satpam pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Ular itu pertama kali diketahui oleh Indra Permana (24) saat hendak berangkat beraktivitas. Menyadari keberadaan reptil tersebut dapat membahayakan penghuni kos, ia bersama petugas keamanan segera mengambil langkah agar ular tidak bergerak ke mana-mana. Mereka menutupnya menggunakan sebuah traffic cone sambil menunggu bantuan datang.
Tak lama berselang, laporan disampaikan ke UPTD Damkar Ciamis. Petugas pun langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan langsung ditindaklanjuti karena lokasi ular berada di lingkungan permukiman yang cukup padat.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi. Saat kami tiba, ular sudah diamankan sementara oleh pelapor dan petugas keamanan menggunakan traffic cone, sehingga proses evakuasi bisa dilakukan dengan lebih aman,” ujar Budi.
Sebanyak dua personel Damkar diterjunkan untuk menangani evakuasi. Dengan menggunakan peralatan khusus penanganan satwa liar, ular berhasil ditangkap tanpa kendala.
“Proses evakuasi berjalan lancar dan sekitar pukul 05.40 WIB ular sudah berhasil diamankan,” katanya.
Menurut Budi, ular yang ditemukan merupakan sanca kembang (Malayopython reticulatus) dengan panjang sekitar dua meter. Meski tidak berbisa, ular jenis ini memiliki lilitan yang kuat sehingga tetap berpotensi membahayakan apabila merasa terancam.
Ia menduga kemunculan ular di kawasan permukiman berkaitan dengan perpindahan habitat maupun kondisi lingkungan, terutama saat musim kemarau. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada apabila menemukan satwa liar di sekitar tempat tinggal.
“Kami mengimbau masyarakat tidak menangkap ular sendiri. Jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada Damkar atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan aman,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

