Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sorak sorai penonton menggema di Gelanggang Galuh Taruna (GGT) Kabupaten Ciamis, Jumat (22/8/2025). Ratusan pesilat dari berbagai daerah di Priangan Timur, bahkan dari Bandung, beradu keterampilan dalam ajang Tatar Galuh Perisai Diri Cup VII.
Gelaran yang diprakarsai Paguron Perisai Diri Kabupaten Ciamis ini bukan sekadar pertandingan. Lebih dari itu, event tahunan ini menjadi wadah pembinaan, sekaligus ruang untuk menjaring bibit unggul pencak silat yang kelak bisa mengharumkan nama daerah di level yang lebih tinggi.
Pembina Perisai Diri Ciamis, Edi Rusyana atau yang akrab disapa Apih menyebut, tahun ini tercatat lebih dari 290 peserta ambil bagian. Mereka datang dari unit-unit latihan sekolah maupun paguron di Priangan Timur. Kehadiran peserta dari luar daerah, seperti Bandung, menambah semarak kompetisi.
“Ajang ini menjadi sarana pembinaan sekaligus apresiasi bagi para atlet. Minimal, mereka bisa mendapat pengalaman bertanding dan belajar mengendalikan diri. Karena musuh terbesar dalam pencak silat bukan lawan di arena, melainkan diri sendiri,” ujar Apih.
Menurutnya, Perisai Diri Cup VII membuka berbagai kategori tanding, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Ciamis, Disbudpora, serta para pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Dian Budiyana, turut memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan turnamen. Menurutnya, antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa pencak silat, khususnya aliran Perisai Diri, mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Ciamis.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Selain mengasah keterampilan olahraga, juga melestarikan budaya asli warisan bangsa. Kami berterima kasih kepada pembina, pelatih, dan guru besar yang terus membimbing generasi muda,” kata Dian.
Dian menambahkan, kehadiran peserta dari luar daerah, seperti Kota dan Kabupaten Bandung, menunjukkan bahwa event ini memiliki magnet yang kuat. Ia berharap, Perisai Diri Cup bisa terus digelar setiap tahun dengan skala yang lebih besar.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi motivasi bagi anak-anak, khususnya pelajar SMP dan SMA, untuk bergabung dalam perguruan pencak silat. Bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga sebagai pembentukan karakter dan jati diri,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

