Petani Jagung di Sukamulya Ciamis Pilih Jual ke Peternak, Harga Dinilai Lebih Menguntungkan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hamparan jagung yang mulai menguning tampak membentang di Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Di tengah musim panen, para petani di wilayah itu punya cara tersendiri agar hasil tanam mereka tetap memberikan keuntungan.

Alih-alih menjual ke Bulog, sebagian besar petani memilih memasarkan jagung langsung ke peternak ayam dan pasar lokal. Harga yang lebih tinggi serta proses penjualan yang lebih sederhana menjadi alasan utama mereka mengambil langkah tersebut.

Ketua Kelompok Tani Harapan Laksana Tiga, Khocis mengatakan, jagung hasil panen petani biasanya langsung diserap peternak ayam di wilayah Ciamis seperti Naratas dan Cigebot.

“Kalau ke pasar lokal sekarang harganya sekitar Rp6.300 sampai Rp6.400 per kilogram. Petani tentu memilih yang lebih menguntungkan dan prosesnya lebih cepat,” ujar Khocis saat ditemui di area pertanian jagung, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, menjual ke Bulog bukan perkara mudah bagi petani. Sebab, jagung harus memenuhi standar kadar air 13 hingga 14 persen dengan kualitas yang lebih bersih dan seragam.

Sementara itu, petani di tingkat bawah belum memiliki fasilitas penunjang seperti mesin pengering modern maupun alat sortir hasil panen.

“Kalau ingin memenuhi standar Bulog, petani perlu alat pengering dan sarana pascapanen yang memadai. Saat ini fasilitas seperti itu belum tersedia,” katanya.

Khocis menjelaskan, kelompok taninya mengelola area tanam jagung sekitar 20 hektare. Namun pola tanam dibuat bergiliran agar panen tidak terjadi bersamaan dalam jumlah besar.

Menurutnya, strategi tersebut cukup efektif menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

“Kalau panen raya serentak biasanya harga turun. Makanya kami buat pola estafet, jadi setiap bulan tetap ada yang panen sekitar tiga sampai lima hektare,” jelasnya.

Untuk varietas, para petani kini lebih banyak menggunakan benih NK 306 Garuda produksi Syngenta yang dianggap paling cocok dengan kondisi tanah di wilayah Baregbeg.

“Varietas ini hasilnya lumayan bagus. Dalam kondisi kering pipil bisa empat sampai lima ton per hektare, sedangkan panen basah sekitar tujuh sampai delapan ton,” ungkap Khocis.

Ia menilai, harga jagung dalam dua tahun terakhir mulai membaik dan kembali membangkitkan semangat petani untuk menanam jagung setelah sebelumnya sempat lesu akibat harga rendah.

“Dulu harga jagung sempat di angka Rp3.000 sampai Rp3.500 per kilogram. Banyak petani kecewa. Sekarang mulai membaik, jadi motivasi bertani tumbuh lagi,” katanya.

Saat ini Kelompok Tani Harapan Laksana Tiga memiliki sekitar 189 anggota yang mengelola lahan basah dan lahan kering. Dari total area pertanian yang ada, sekitar separuhnya kini aktif ditanami jagung.

Sementara itu, seorang petani jagung lainnya, Amah (71), mengaku lebih memilih menjual hasil panennya langsung kepada peternak lokal karena dinilai lebih menguntungkan.

Ia menanam jagung di lahan seluas 350 bata dan mampu menghasilkan sekitar 1,7 ton jagung pipil kering dalam satu kali panen selama empat bulan masa tanam.

“Kalau jagung sekarang lumayan, harganya bisa sekitar Rp6.000 per kilogram. Dulu saya tanam singkong, tapi panennya lama sampai 10 bulan,” ujar Amah.

Menurutnya, menanam jagung lebih menjanjikan karena dalam setahun petani bisa melakukan panen hingga tiga kali.

“Biasanya saya jual ke peternak di Cigebot. Lebih cepat juga penjualannya,” katanya. (Ayu/CN/Djavatoday)

Polres Ciamis dan Petani Sindangkasih Ubah Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hamparan lahan tadah hujan yang sebelumnya terbengkalai di Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, kini mulai berubah menjadi kawasan pertanian produktif. Melalui kolaborasi...

SMAN 1 Ciamis Siap Jalankan Program Sekolah Maung, Terapkan Kurikulum Plus hingga Full Day

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menggulirkan program pendidikan unggulan bertajuk Sekolah Maung atau Manusia Unggul. Program tersebut dirancang untuk menciptakan sekolah...

Saujana Kala, Pameran Seni Rupa di Ciamis yang Hidupkan Jejak Sejarah dan Budaya

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana Gedung Kesenian Ciamis tampak berbeda dalam dua hari terakhir. Dinding ruangan dipenuhi puluhan lukisan beragam warna dan makna, sementara para...

Kejutan di Wisuda STIT Lakbok; Pesan Sekda Ciamis & Wamen Koperasi untuk Lulusan!

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, membawa pesan mendalam saat menghadiri kemeriahan Wisuda STIT Lakbok ke-2 pada Rabu (20/05/2026)....

Terbaru