Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menggulirkan program pendidikan unggulan bertajuk Sekolah Maung atau Manusia Unggul. Program tersebut dirancang untuk menciptakan sekolah dengan kualitas pembelajaran di atas Standar Nasional Pendidikan (SNP).
SMAN 1 Ciamis menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk menjalankan program tersebut. Menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, pihak sekolah pun mulai bergerak mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan calon siswa.
Kepala SMAN 1 Ciamis, Nur Rahmawati, mengatakan Sekolah Maung hadir dengan konsep pembelajaran yang berbeda dibanding kelas reguler. Program ini akan menggabungkan kurikulum nasional yang diperkaya, kurikulum internasional, hingga kurikulum spesialisasi yang disesuaikan dengan potensi daerah.
“Kami memadukan Kurikulum Nasional yang ditingkatkan, kemudian ada Kurikulum Internasional yang direncanakan mengadopsi Cambridge untuk beberapa mata pelajaran, serta kurikulum spesialisasi sesuai potensi lokal sekolah,” ujar Nur Rahmawati, Kamis (21/5/2026).
Dengan model pembelajaran tersebut, jam belajar siswa juga akan lebih panjang. SMAN 1 Ciamis menerapkan sistem Full Day Plus, di mana kegiatan belajar berlangsung dari Senin hingga Jumat mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Menurut Nur, pola tersebut disiapkan sebagai langkah untuk menghadirkan atmosfer pembelajaran intensif layaknya sekolah berasrama.
“Sistem ini menjadi strategi untuk mengimbangi konsep boarding school, karena dalam waktu dekat belum semua sekolah bisa memiliki fasilitas asrama,” katanya.
Selain sistem belajar yang berbeda, kuota siswa Sekolah Maung juga lebih terbatas. Jika kelas reguler bisa menampung hingga 36 siswa, maka program ini hanya diisi maksimal 32 siswa dalam satu rombongan belajar agar proses pembelajaran lebih optimal dan intensif.
Menariknya, penerimaan siswa tidak sepenuhnya menggunakan sistem zonasi. Program ini terbuka bagi siswa dari seluruh wilayah Jawa Barat dengan seleksi yang dibagi dalam tiga jalur utama.
Sebanyak 10 persen kuota dialokasikan melalui Jalur Potensi Akademik bagi siswa dengan IQ minimal 130. Kemudian 70 persen melalui Jalur Kompetensi Akademik yang mempertimbangkan nilai rapor, Tes Kompetensi Akademik (TKA), dan prestasi akademik. Sementara 20 persen sisanya diperuntukkan bagi siswa berprestasi non-akademik, termasuk bidang kejuaraan dan kepemimpinan organisasi.
Nur menegaskan, Sekolah Maung tidak hanya mengejar kualitas akademik, tetapi juga menanamkan komitmen terhadap budaya daerah. Karena itu, calon siswa diwajibkan melampirkan surat rekomendasi dari sekolah asal.
“Siswa Sekolah Maung tidak boleh kehilangan akar budaya Sunda. Ada komitmen agar setelah lulus mereka kembali untuk mengabdi dan membangun Jawa Barat,” tegasnya.
Sementara itu, untuk kesiapan tenaga pendidik, para guru akan mendapatkan peningkatan kompetensi dan pendampingan dari tim pengembang provinsi guna menyesuaikan dengan standar kurikulum internasional.
Pendaftaran SPMB program Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026. Pihak sekolah mengimbau calon siswa dan orang tua segera menyiapkan dokumen persyaratan sejak dini. (Ayu/CN/Djavatoday)

