Pesona Bendungan Leuwikeris di Ciamis Memudar, Eceng Gondok Selimuti Permukaan Waduk

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bendungan Leuwikeris di aliran Sungai Citanduy, perbatasan Ciamis dan Tasikmalaya, pernah ramai dikunjungi warga. Usai diresmikan Presiden Joko Widodo, kawasan ini sempat viral dan menjadi destinasi wisata dadakan yang dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

Namun kondisi itu kini berubah. Waduk yang dulu tampak luas seperti danau, perlahan tertutup hamparan eceng gondok. Dari kawasan Raden Patih, Desa Handapherang, permukaan air terlihat menghijau hingga sekilas menyerupai daratan.

Di sekitar waduk masih terlihat saung sederhana milik warga yang biasa digunakan memancing. Meski begitu, pemandangan tak lagi menarik. Selain dipenuhi eceng gondok, tumpukan sampah juga terlihat di beberapa titik. Bahkan, tanaman tersebut sudah mendekati tubuh bendungan dan melampaui pembatas jaring yang dipasang untuk menahan sampah dari aliran Sungai Citanduy.

Perubahan ini berdampak pada jumlah kunjungan. Lokasi yang sebelumnya ramai, kini mulai ditinggalkan. Beberapa titik yang dulu menjadi pusat keramaian seperti Raden Patih, Puncak Manohara, Sayang Kaak, hingga Karang Hantu tampak sepi, hanya menyisakan bekas warung warga.

Uyeng (49), warga setempat, mengatakan kondisi waduk yang dipenuhi eceng gondok sudah berlangsung cukup lama. “Kurang lebih sudah setahun. Dulu sempat ada pembersihan pakai perahu, terakhir sebelum Lebaran. Tapi sekarang sudah sulit dibersihkan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia mengenang masa ketika Bendungan Leuwikeris ramai dikunjungi. Wisatawan datang tidak hanya dari Ciamis dan Tasikmalaya, tetapi juga dari luar daerah seperti Bandung. Saat itu, aktivitas ekonomi warga ikut meningkat.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Dalam beberapa bulan, jumlah pengunjung mulai menurun seiring munculnya sampah yang terbawa aliran sungai, ditambah pertumbuhan eceng gondok yang semakin meluas.

“Harapannya bendungan ini bisa memberi manfaat untuk masyarakat. Kalau kondisinya seperti sekarang, sulit jadi tempat wisata. Kami hanya bisa menunggu penanganan dari pihak terkait,” katanya.

Hal serupa disampaikan Dadang, warga yang sempat membuka warung di kawasan Raden Patih. Ia mengaku pernah merasakan peningkatan penghasilan saat kawasan itu ramai. “Dulu bisa sampai Rp2,5 juta per hari, tapi hanya sekitar tiga bulan. Sekarang sepi, ditambah banyak eceng gondok. Saya kembali jadi peternak ikan,” ujarnya.

Kondisi Bendungan Leuwikeris saat ini menjadi perhatian warga. Mereka berharap ada langkah penanganan agar waduk kembali bersih dan bisa dimanfaatkan, baik untuk fungsi utamanya maupun sebagai potensi wisata. (Ayu/CN/Djavatoday)

Cegah Geng Motor dan Begal, Polres Ciamis Intensifkan Patroli Malam

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sejumlah ruas jalan di pusat Kabupaten Ciamis mulai disambangi personel kepolisian ketika aktivitas warga memasuki malam akhir pekan. Patroli skala besar...

Generasi Muda Budiasih Ciamis Diajak Kembali Mengenal Seni Lembur dan Kaulinan Sunda

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Anak-anak dan kalangan muda di Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, diajak kembali mengenal kesenian dan permainan tradisional Sunda. Upaya itu...

Polres Ciamis Sita 30 Botol Miras, Pemuda 23 Tahun Diduga Pengedar Diamankan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Polres Ciamis kembali menggelar operasi untuk menekan peredaran minuman keras (miras) dan potensi kejahatan jalanan. Dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD)...

Kapolres Ciamis Perkuat Kemitraan dengan Ojol untuk Jaga Kamtibmas

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar memperkuat komunikasi dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Ciamis. Kali ini, ia...

Terbaru