Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya menjaga warisan budaya daerah di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya luar. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Pasanggiri Ujang Nyai ke-9 Tahun 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Minggu (7/6/2026), itu diikuti para peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka tampil menunjukkan kemampuan, wawasan budaya, hingga keterampilan berkomunikasi dan berbahasa Sunda.
Pasanggiri tersebut dibuka langsung Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan budayanya sendiri. Budaya merupakan akar sejarah peradaban yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Kania.
Menurutnya, Pasanggiri Ujang Nyai bukan hanya sekadar ajang mencari peserta terbaik dari sisi penampilan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus media mengenalkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda.
Ia mengajak para peserta untuk lebih mengenal budaya daerah, mulai dari bahasa Sunda, sejarah Galuh, hingga kesenian tradisional yang menjadi identitas masyarakat Tatar Galuh.
“Generasi muda jangan hanya menjadikan budaya sebagai simbol saja, tetapi harus ikut merawat dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kania juga menilai pelestarian budaya harus mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting untuk membuat budaya Sunda tetap dekat dan relevan di tengah era digital.
“Melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan. Anak muda harus mampu menjembatani tradisi dengan perkembangan zaman supaya budaya Sunda tetap menarik dan membanggakan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Ciamis memandang Pasanggiri Ujang Nyai sebagai salah satu sarana strategis dalam membangun karakter generasi muda. Selain menggali bakat dan potensi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi tentang etika, budaya, dan kecintaan terhadap kearifan lokal.
Para peserta yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda Tatar Galuh yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
Kania turut mengapresiasi panitia, Sanggar Kresida, orang tua peserta, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Menjadi juara bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga amanah untuk ikut mengharumkan nama Ciamis melalui budaya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, mengatakan Pasanggiri Ujang Nyai menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan memiliki identitas budaya yang kuat.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pasanggiri Ujang Nyai bukan sekadar ajang pencarian bakat, tetapi menjadi sarana pembinaan agar generasi muda mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya daerah,” kata Heryan.
Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara instan sehingga perlu melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama. Karena itu, Pasanggiri Ujang Nyai diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu membangun karakter sekaligus kebanggaan terhadap budaya daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan karakter dan pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat Tatar Galuh. (Ayu/CN/Djavatoday)

