Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana Pusat Budaya Karangkamulyan tampak lebih hidup pada Minggu (16/11/2025). Ratusan pesilat muda dari berbagai daerah berkumpul untuk mengikuti Pasanggiri Pencak Silat Jawara Tatar Galuh 3, sebuah ajang yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan DPD PPSI. Tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga, menandai konsistensi upaya pelestarian seni bela diri tradisional Nusantara.
Bukan sekadar perlombaan, pasanggiri ini menjadi ruang apresiasi bagi para pelestari seni pencak silat. Para peserta dari berbagai kategori usia tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan para juri, sekaligus mempertahankan marwah seni bela diri yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pencak silat bukan hanya tontonan, tetapi bagian penting dari identitas Tatar Galuh. Menurutnya, seni bela diri ini membawa nilai sportivitas, etika, dan filosofi yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Galuh.
“Pencak silat adalah warisan budaya yang sarat nilai luhur. Ini bukan hanya seni, tetapi identitas urang Galuh yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya,” ungkap Heryan.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Ciamis mendapatkan apresiasi dari Ketua DPD PPSI Kabupaten Ciamis, Iman Purba. Ia menyampaikan rasa terima kasih karena pemerintah daerah terus memberikan ruang bagi seni tradisi untuk tumbuh dan menginspirasi generasi berikutnya.
“Pasanggiri ini bukan sekadar acara. Ini tanggung jawab moral untuk meneruskan estafet warisan budaya kepada penerusnya,” ujarnya.
Tahun ini, sebanyak 140 jawara muda ambil bagian dalam kompetisi. Mulai dari kategori usia dini, anak, remaja, dewasa, hingga peserta disabilitas. Bahkan sejumlah pesilat dari Kota Banjar turut meramaikan ajang yang menjadi bagian dari Calendar of Event (CoE) Ciamis 2025 tersebut.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata kembali menegaskan komitmennya menjadikan pencak silat sebagai kebanggaan budaya sekaligus daya tarik wisata khas Ciamis. Diharapkan hadirnya pasanggiri tahunan dapat mendorong generasi muda mencintai seni tradisi, sekaligus membentuk karakter positif yang tumbuh melalui falsafah pencak silat. (Ayu/CN/Djavatoday)

