Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Menjelang musim mudik Lebaran 2026, jajaran kepolisian bersama berbagai instansi di Kabupaten Ciamis mulai mempersiapkan langkah pengamanan. Polres Ciamis menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pesat Gatra Polres Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman No. 271, pada Senin (9/3/2026). Rapat dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah memimpin langsung rapat koordinasi tersebut. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai instansi terkait, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Kodim 0613/Ciamis, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Denpom III/2-3 Ciamis, Jasa Raharja, PT KAI Daop 2 Bandung, Kementerian Agama, hingga sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Ciamis.
Rapat ini digelar untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan persepsi antarinstansi dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Sejumlah hal teknis turut dibahas, seperti pengamanan jalur lalu lintas, penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan, hingga langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya merupakan operasi kemanusiaan yang setiap tahun dilaksanakan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, tahun ini jumlah pemudik diperkirakan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan diproyeksikan mencapai sekitar 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, koordinasi dan kesiapan seluruh pihak menjadi hal yang sangat penting.
“Operasi ini bertujuan memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun beraktivitas selama Hari Raya Idul Fitri dapat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polres Ciamis juga telah melakukan pengecekan sejumlah jalur utama yang kerap dilalui pemudik. Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah jalur arteri Ciawi hingga Gentong yang hampir setiap tahun mengalami kepadatan kendaraan.
Sebagai langkah antisipasi kemacetan, pihak kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik, di antaranya melalui Warung Doyong menuju Cihaurbeuti, kemudian Panumbangan hingga Panjalu.
Kapolres juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor melalui pendekatan pentahelix agar seluruh potensi kerawanan dapat diantisipasi secara maksimal selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung.
Berdasarkan perkiraan sementara, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 23 hingga 24 Maret 2026.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan apresiasi kepada Polres Ciamis atas upaya yang dilakukan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban menjelang perayaan Idul Fitri.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama periode Lebaran, mulai dari pengamanan jalur mudik, potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri, hingga kemungkinan bencana alam.
Selain itu, ia mengingatkan agar pelaksanaan Salat Idul Fitri di ruang terbuka dapat diatur dengan baik sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas di sekitarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk memperkuat sinergi serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah Kabupaten Ciamis. (Ayu/CN/Djavatoday)

