Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi ribuan siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Ciamis tak hanya diwarnai keseriusan mengerjakan soal, tetapi juga upaya sekolah menjaga semangat peserta. Salah satunya dengan membagikan makanan ringan usai ujian sebagai bentuk motivasi.
Sejak Senin (20/4/2026), sebanyak 14.711 siswa dari 738 sekolah mulai mengikuti TKA secara bertahap. Di tengah keterbatasan fasilitas yang masih dihadapi sejumlah sekolah, semangat siswa tetap terlihat tinggi.
Seperti yang tampak di SMPN 2 Ciamis, lokasi yang digunakan SDN 7 Ciamis untuk pelaksanaan TKA. Sejak pagi, ratusan siswa datang dengan penuh antusias. Mereka dipanggil satu per satu oleh pengawas, menerima kartu peserta, lalu masuk ke ruang ujian sesuai nomor masing-masing.
Setelah menyelesaikan ujian, suasana berubah lebih cair. Siswa tampak lega dan senyum mulai terlihat, terlebih saat mereka menerima makanan ringan yang telah disiapkan pihak sekolah.
Salah seorang peserta, Mahira, mengaku senang mengikuti ujian tersebut. Ia juga merasa terbantu dengan suasana yang dibuat lebih nyaman.
“Tadi lancar, mengerjakan 30 soal Matematika dan survei karakter. Tidak terlalu deg-degan karena sebelumnya sudah latihan,” ujarnya.
Kepala SDN 7 Ciamis, Kiki Kohara, mengatakan pemberian makanan ringan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi untuk memotivasi siswa.
“Kami ingin anak-anak semangat ikut TKA. Ada juga yang awalnya kurang berminat, jadi dengan adanya snack mudah-mudahan mereka lebih antusias. Ini dari dana BOS,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA di sekolahnya diikuti 101 siswa yang dibagi ke dalam tiga sesi.
“Sesi pertama dimulai pukul 07.00 sampai 08.45 WIB, kemudian dilanjutkan sesi kedua dan ketiga. Untuk hari ini materinya Matematika dan survei karakter,” jelasnya.
Di balik pelaksanaan tersebut, Kiki mengakui pihaknya harus beradaptasi dengan keterbatasan sarana. SDN 7 Ciamis hanya memiliki 15 unit Chromebook, dan sebagian sudah tidak bisa digunakan.
“Kami hanya memiliki 15 Chromebook bantuan pemerintah, itu pun delapan unit sudah rusak. Karena itu kami mencari sekolah yang lebih representatif. Alhamdulillah SMPN 2 Ciamis bersedia memfasilitasi,” ujarnya.
Menurutnya, selain kesiapan teknis, kondisi psikologis siswa juga menjadi perhatian utama.
“Kalau dilihat dari latihan, soal tidak terlalu sulit. Tapi anak-anak kadang masih gugup saat ujian. Karena itu kami terus menenangkan mereka dan memperbanyak latihan, terutama penggunaan komputer,” tuturnya.
Ia menegaskan, TKA bukan penentu kelulusan. Namun, hasilnya tetap penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“TKA tidak wajib dan tidak memengaruhi kelulusan. Tapi beberapa sekolah mensyaratkan nilai TKA saat masuk SMP. Jadi kami inisiatif mengikutkan semua siswa agar tidak terkendala ke depan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Ciamis, pelaksanaan TKA tahun ini dibagi menjadi empat gelombang, dengan total peserta mencapai 14.711 siswa. Hingga hari pertama, pelaksanaan berjalan lancar.
“Alhamdulillah sejauh ini aman. Mudah-mudahan sampai sesi terakhir tetap berjalan lancar,” pungkas Kiki. (Ayu/CN/Djavatoday)

