Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebanyak 947 atlet pencak silat dari 88 kontingen perguruan mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional bertajuk Galuh Pakuan Championship Series 2024 di Gelanggang Galuh Taruna Ciamis, Sabtu (28/6/2024).
Kejuaraan yang digelar selama dua hari ini diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ciamis, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79.
Ketua Panitia, Vivin Noviano, menjelaskan bahwa event ini bertujuan menjalin silaturahmi antarpesilat dari berbagai daerah, serta membangun semangat kompetisi dan mental juang atlet muda.
“Kejuaraan ini diikuti oleh hampir seribu atlet dari berbagai daerah, termasuk Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Indramayu, Bandung, dan daerah lainnya,” ujarnya.
Peserta terbagi dalam beberapa kategori, yakni pra usia dini, usia dini, pra remaja, remaja, hingga dewasa. Kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan bagi para atlet menuju event bergengsi lainnya di tingkat provinsi dan nasional.
Ketua IPSI Kabupaten Ciamis, Ramli Mahmud, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menjelang Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2026 yang akan digelar di Bandung pada Oktober 2025.
“Ini bukan hanya ajang tanding biasa, tapi juga sebagai pemanasan untuk mengasah ketahanan fisik, keterampilan, dan mental para atlet kita,” jelas Ramli.
Ia juga menambahkan bahwa Galuh Pakuan Championship kali ini memperebutkan Piala Kemenpora dan PB IPSI, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan intensitas kejuaraan di Kabupaten Ciamis.
“Kami berharap ke depan akan semakin banyak event serupa digelar di Ciamis untuk memacu prestasi para pesilat lokal,” tambahnya.
Wakil Kepala Polres Ciamis, Kompol Sujana, turut memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Polres Ciamis dan IPSI dalam penyelenggaraan event ini.
“Kejuaraan ini merupakan bagian dari perayaan HUT Bhayangkara ke-79, dan menjadi langkah positif dalam melestarikan warisan budaya bangsa berupa pencak silat,” tuturnya.
Ia menegaskan, pencak silat tidak hanya sebatas seni bela diri, tetapi juga sarat akan nilai-nilai luhur dan filosofi kehidupan bangsa Indonesia.
“Semoga ajang ini bisa terus digelar secara rutin dan menjadi wadah pembinaan karakter bagi generasi muda,” pungkasnya. (Ayu/AA/Djavatoday.com)

