Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Di balik perbukitan yang membelah Kecamatan Cimaragas dan Cidolog, berdiri sebuah jembatan gantung berwarna merah yang belakangan ramai menghiasi linimasa media sosial. Warga menyebutnya Jembatan Merah Jayaraksa, sebuah penghubung dua desa yang kini perlahan menjelma menjadi tujuan wisata baru di Kabupaten Ciamis.
Jembatan tersebut berada di Desa Jayaraksa, Kecamatan Cimaragas, dan menghubungkan wilayah itu dengan Desa Janggala, Kecamatan Cidolog. Dengan panjang sekitar 42 meter, jembatan membentang di atas Sungai Cikembang yang dikenal memiliki aliran air jernih. Infrastruktur yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar itu awalnya disiapkan untuk mempermudah mobilitas warga, namun kini justru menjadi magnet bagi para pemburu wisata alam.
Sesampainya di lokasi, pengunjung langsung disambut panorama hijau yang mengelilingi lembah Sungai Cikembang. Warna merah pada rangka jembatan tampak kontras dengan rimbunnya pepohonan, menciptakan pemandangan yang menarik perhatian siapa pun yang melintas.
Tak heran jika banyak wisatawan sengaja datang hanya untuk mengabadikan momen. Ada yang berjalan santai menyusuri jembatan sambil menikmati semilir angin, ada pula yang berhenti di tengah jembatan untuk mengambil foto dengan latar sungai dan perbukitan.
Suasana di bawah jembatan pun tak kalah ramai. Aliran Sungai Cikembang menjadi tempat favorit pengunjung untuk bermain air. Sebagian keluarga terlihat menggelar botram di atas bebatuan sungai, sementara anak-anak menikmati segarnya air yang tetap mengalir meski musim kemarau mulai berlangsung.
Ramainya kunjungan wisatawan ikut membawa perubahan bagi masyarakat sekitar. Warga mulai menata kawasan dengan menghadirkan gazebo sederhana, warung yang menjual makanan dan minuman, hingga area parkir khusus sepeda motor. Meski akses menuju lokasi sudah cukup baik, kendaraan roda empat masih terbatas untuk mencapai titik wisata sehingga sebagian besar pengunjung memilih datang menggunakan sepeda motor.
Salah seorang pengunjung, Khalisa, mengaku sengaja datang setelah beberapa kali melihat Jembatan Merah Jayaraksa viral di media sosial. Bersama rekannya, ia menempuh perjalanan sekitar 30 menit atau sekitar 19 kilometer dari pusat Kota Ciamis.
“Awalnya sering muncul di media sosial, jadi penasaran ingin melihat langsung. Setelah sampai ternyata memang indah, suasananya masih asri dan jauh dari keramaian,” ujar Khalisa.
Menurutnya, perjalanan menuju lokasi tidak terlalu sulit karena kondisi jalan sudah cukup baik. Namun ia mengingatkan pengunjung agar tetap berhati-hati ketika memasuki jalur menuju jembatan yang memiliki beberapa tanjakan dan turunan cukup curam.
“Jalannya sudah bagus, hanya menjelang lokasi ada beberapa titik yang cukup curam. Tapi begitu sampai, pemandangannya langsung membuat perjalanan terasa terbayar,” katanya.
Khalisa juga mengaku terkesan dengan kejernihan Sungai Cikembang yang masih terjaga. Sayangnya, ia hanya bisa menikmati suasana dari tepi sungai karena tidak membawa pakaian ganti.
“Airnya masih jernih walaupun sedang musim kemarau. Sebenarnya ingin ikut bermain air, tapi tidak membawa baju ganti, jadi cukup menikmati pemandangannya saja,” tuturnya.
Tak hanya wisatawan yang merasakan manfaatnya, warga sekitar pun mulai menikmati dampak ekonomi dari meningkatnya jumlah pengunjung. Salah satunya Suparman, warga Desa Janggala, yang kini membuka warung kecil di dekat jembatan.
Ia menjual kopi, minuman dingin, mi instan, dan aneka camilan untuk melayani wisatawan yang singgah.
“Alhamdulillah, sejak ada jembatan ini akses warga menjadi lebih mudah. Sekarang banyak orang datang berkunjung, jadi kami juga punya kesempatan menambah penghasilan dari berjualan,” kata Suparman.
Bagi masyarakat sekitar, Jembatan Merah Jayaraksa kini bukan lagi sekadar penghubung dua wilayah. Kehadirannya mulai membuka peluang baru, memadukan fungsi infrastruktur dengan potensi wisata alam yang mampu menggerakkan perekonomian warga setempat. (Ayu/CN/Djavatoday)

