Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada Senin (11/5/2026) malam memicu sejumlah bencana alam berupa tanah longsor dan banjir di beberapa kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat sedikitnya ada 10 laporan kejadian bencana yang masuk hingga Selasa (12/5/2026).
Bencana tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Cihaurbeuti, Sindangkasih, Sukadana, Cisaga, dan Tambaksari. Sejumlah rumah warga, akses jalan hingga saluran irigasi dilaporkan terdampak akibat longsor dan genangan air.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani membenarkan banyaknya laporan bencana yang masuk setelah hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Ciamis.
“Akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Senin malam, kami menerima 10 laporan kejadian bencana berupa tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah,” ujar Ani, Selasa (12/5/2026).
Menurut Ani, sebagian lokasi sudah dilakukan assessment oleh tim BPBD, sementara beberapa titik lainnya masih menunggu penanganan lanjutan.
Salah satu kejadian cukup parah terjadi di Dusun Sukamaju dan Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti. Longsor dari saluran irigasi menyebabkan empat rumah terdampak dan satu rumah lainnya terancam.
“Di lokasi itu material longsoran cukup banyak sehingga warga meminta bantuan pompa air untuk membersihkan lumpur dan material tanah,” katanya.
Selain itu, longsor juga menutup sebagian badan jalan kabupaten di Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana. Meski pohon tumbang sudah berhasil dievakuasi, material longsoran hingga kini masih menutup sebagian akses jalan.
BPBD juga mencatat banjir dan longsor di Desa Bunter, Kecamatan Sukadana yang menyebabkan 15 rumah terdampak. Rinciannya satu rumah di Desa Margaharja dan 14 rumah di Desa Bunter.
“Tim kami juga sudah melakukan assessment di Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, kemudian di Desa Sukahurip, Kecamatan Cisaga, serta banjir dan longsor di Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti yang berdampak pada akses jalan dan satu rumah warga,” jelas Ani.
Sementara itu, beberapa titik longsor lainnya masih menunggu assessment petugas. Di antaranya longsor di Dusun Pasisian, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari yang mengancam rumah warga dengan jarak longsoran sekitar setengah meter.
Kemudian longsor juga terjadi di Desa Sukamanah dan Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih. Di Desa Sukaraja, longsor dilaporkan berdampak terhadap satu rumah yang dihuni enam jiwa.
Ani mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. Kalau ada pohon besar dekat permukiman sebaiknya segera ditebang supaya tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

