Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Upaya mendukung ketahanan pangan tidak hanya dilakukan pemerintah. Di Kabupaten Ciamis, siswa SMPN 1 Cimaragas telah lebih dulu mengambil bagian melalui kegiatan bercocok tanam di lingkungan sekolah.
Program penanaman tanaman produktif tersebut telah berjalan cukup lama dan membuahkan hasil. Sejumlah sayuran seperti kangkung, pakcoy, dan terung berhasil dipanen langsung oleh para siswa. Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar sekolah yang diolah menjadi kebun edukatif.
“Kangkung dan terung sudah dua kali panen. Tiap kelas menanam jenis tanaman berbeda. Ada yang menanam kangkung, terung, maupun pakcoy,” ujar Kepala SMPN 1 Cimaragas, Yudi Nugraha, S.Pd., M.Pd, saat ditemui usai kegiatan panen di kebun sekolah, Minggu (13/7/2025).
Menurut Yudi, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tambahan, melainkan bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajarkan siswa keterampilan bertani sekaligus menanamkan nilai kerja sama.
“Ini selaras dengan kearifan lokal. Sebagian besar orang tua siswa adalah petani. Maka kami kenalkan siswa dengan proses menanam, mulai dari mengolah lahan, menyemai bibit, menanam, memupuk, merawat hingga memanen. Selain itu, mereka belajar bekerja sama dalam kelompok,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yudi menjelaskan bahwa kegiatan berkebun juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah. Area yang sebelumnya kosong kini menjadi hijau dan asri, serta menjadi sarana edukasi pertanian dan gizi.
“Dengan menanam sendiri, siswa lebih paham proses tumbuhnya tanaman dan kandungan gizi dalam makanan. Mereka jadi tahu apa yang mereka konsumsi dan bagaimana cara menanamnya,” tambah Yudi.
Program kebun sekolah ini sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu dan terus dikembangkan. Tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan berbasis karakter dan keterampilan hidup di SMPN 1 Cimaragas. (Ayu/CN/Djavatoday)

