Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, harga berbagai bahan pokok di Pasar Manis Ciamis, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan. Beberapa komoditas seperti telur ayam, bawang merah, cabai rawit, wortel, kentang, dan daging ayam tercatat mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. Faktor utama yang memicu kenaikan ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu serta meningkatnya permintaan menjelang bulan puasa.
Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan paling tajam antara lain cabai rawit yang melonjak dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram (kg) dan wortel yang naik dari Rp12.000 menjadi Rp21.000 per kg. Bawang merah pun mengalami kenaikan dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kg, sementara bawang putih kini dibanderol Rp40.000 per kg dari sebelumnya Rp35.000. Kentang yang sebelumnya seharga Rp13.000 kini mencapai Rp17.000 per kg, sementara telur ayam naik dari Rp26.000 menjadi Rp30.000 per kg.
Cucu, seorang pedagang di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Ia menjelaskan bahwa pasokan sayuran, terutama cabai rawit dan wortel, terganggu akibat cuaca ekstrem. “Dua komoditas ini paling terdampak dengan kenaikan harga mencapai 30 hingga 75 persen,” ujarnya, Senin (24/2/2025).
Di sisi lain, tidak semua harga bahan pokok mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti tomat yang turun dari Rp9.000 menjadi Rp6.000 per kg, cabai merah dari Rp80.000 ke Rp40.000 per kg, serta buncis yang anjlok dari Rp12.000 menjadi Rp5.000 per kg. Sementara itu, harga timun, pakcoy, waluh, bawang daun, dan seledri terpantau masih stabil.
Agni, seorang pedagang sayur, mengungkapkan bahwa kenaikan harga wortel banyak dikeluhkan pelanggan. “Pasokan dari petani terbatas, jadi harga melambung. Banyak pembeli yang mengeluh karena harus mengeluarkan uang lebih banyak,” katanya.
Selain sayuran, harga daging ayam juga mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Menurut A Roni, seorang pedagang ayam potong, harga ayam naik Rp2.000 per kg dalam empat hari terakhir akibat lonjakan permintaan. “Menjelang Ramadan, masyarakat mulai membeli dalam jumlah besar untuk stok, sehingga pasokan terbatas,” jelasnya.
Dengan Ramadan yang semakin dekat, fluktuasi harga diperkirakan masih akan terus terjadi. Faktor cuaca serta meningkatnya permintaan menjadi variabel utama yang menentukan pergerakan harga ke depan. Warga pun berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk mengendalikan harga di pasaran.
“Kami berharap pemerintah bisa mengintervensi agar harga tidak semakin melambung tinggi,” ujar Adeng, salah satu warga Ciamis. (Ayu/CN/Djavatoday)

