Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Di tengah maraknya arus digital dan gaya hidup serba instan, ratusan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat justru memilih menapaki jalur hijau dan menelusuri hutan. Mereka bukan sekadar berpetualang, tetapi juga menanamkan semangat cinta alam dan mempromosikan pesona wisata Kabupaten Ciamis lewat kegiatan Wanarally VI, Minggu (2/11/2025).
Kegiatan lintas alam yang diselenggarakan oleh Saka Wanabakti ini berlangsung di kawasan Lapang Astana Gede Kawali, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-28 kegiatan tersebut. Sebanyak 1.375 peserta dari tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA se-Jawa Barat terbagi ke dalam 275 regu yang menelusuri jalur beragam—dari Desa Sindangsari, Desa Ciakar di Kecamatan Cipaku, hingga kembali ke Dusun Banjarwaru, Kawali.
Namun, Wanarally kali ini bukan sekadar lomba lintas alam biasa. Di balik keringat dan langkah para peserta, tersimpan semangat baru dari generasi muda yang ikut menggerakkan promosi wisata daerah melalui cara yang lebih segar dan kreatif.
“Kegiatan ini menjadi bentuk peningkatan daya tarik wisata oleh kaum Gen Z, di mana mereka secara tidak langsung mempromosikan pariwisata lewat media digital masing-masing,” ujar Udenk, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis.
Melalui unggahan di media sosial, dokumentasi perjalanan, hingga cerita pengalaman pribadi, para peserta ikut memperkenalkan pesona alam Ciamis ke khalayak luas. Dinas Pariwisata Ciamis pun memandang kegiatan seperti ini sebagai sinergi positif antara pelestarian lingkungan dan promosi pariwisata yang berkelanjutan.
Selain kegiatan utama berupa lintas alam, Wanarally VI juga diramaikan dengan berbagai lomba ketangkasan tradisional seperti panahan, lempar pisau, lari balok, bakiak, dan ketapel. Bahkan, ada aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman 2.000 pohon yang dibagikan ke sejumlah desa wisata di sekitar kawasan kegiatan.
Lebih dari sekadar kompetisi, Wanarally VI menjadi wadah interaksi positif bagi para pelajar dari berbagai wilayah. Mereka belajar tentang solidaritas, tanggung jawab, sekaligus memahami makna menjaga keseimbangan alam.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan sukses. Selain mempererat hubungan antar peserta, ajang ini juga meninggalkan pesan kuat: generasi muda tidak hanya melek teknologi, tetapi juga punya kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan pengembangan wisata lokal.
Dengan semangat “petualangan yang bermakna”, Wanarally VI menunjukkan bahwa pelestarian alam dan promosi wisata bisa berjalan seiring—terutama jika di tangan generasi yang tumbuh dengan semangat digital namun berakar pada cinta bumi tempat mereka berpijak. (Ayu/CN/Djavatoday)

