Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana halaman SDN 1 Cijeungjing, Kamis pagi (21/8/2025), tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa dengan pakaian seragam hijau berjejer rapi, penuh semangat menunggu dimulainya acara. Mereka datang dari 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025.
Gelaran tahunan ini menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda, lewat berbagai lomba yang dikemas menarik dan kekinian. Sebanyak 378 peserta siap menunjukkan bakatnya, mulai dari mendongeng (ngadongéng), berpidato (biantara), membaca puisi (maca sajak), menyanyi pupuh (nembang), hingga menulis aksara Sunda, cerita pendek, dan komedi tunggal (ngabodor sorangan).
Menurut Kabid SD Dinas Pendidikan Ciamis, Sigit Ginanjar, FTBI bukan sekadar lomba, melainkan wadah untuk menumbuhkan rasa cinta pada bahasa daerah.
“Festival ini menjadi ajang apresiasi, sekaligus perayaan kebahagiaan bagi siswa, guru, maupun pegiat bahasa. Lewat kegiatan seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa bahasa daerah bisa dipelajari dengan cara menyenangkan, sesuai dengan dunia anak-anak,” ujarnya.
Sigit menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari revitalisasi bahasa daerah yang terus digalakkan. Dengan menampilkan kompetisi yang bervariasi, siswa bisa lebih dekat dan bangga menggunakan bahasa Sunda, bukan hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 terselenggara berkat kolaborasi antara Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), dan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang telah mendapatkan pembinaan dari Balai Bahasa. Dukungan anggaran berasal dari DPA Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis tahun 2025.
“Ini bukan sekadar kegiatan formal, melainkan hasil kerja sama banyak pihak yang peduli pada kelestarian bahasa daerah. Guru-guru menjadi motor utama, sementara siswa adalah generasi penerus yang akan menjaga warisan ini,” tutur Sigit.
Dalam pembukaan yang berlangsung pukul 07.30 WIB, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan hadir langsung membuka acara. Anak-anak tampak antusias, beberapa terlihat berlatih terakhir kalinya sebelum tampil di panggung. Ada yang menenteng naskah pidato, ada pula yang melatih intonasi saat membaca puisi.
Bagi peserta, festival ini lebih dari sekadar lomba. Mereka datang dengan semangat membawa cerita, tawa, bahkan pesan moral lewat bahasa Sunda. “Kita ingin FTBI menjadi pengalaman berharga, bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan pada bahasa ibu,” pungkas Sigit. (Ayu/CN/Djavatoday)

