Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sekolah dasar di Kabupaten Ciamis. Sebanyak enam sekolah berhasil menembus jajaran 10 Besar Sekolah Adiwiyata Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis karena dinilai menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.
Enam sekolah yang masuk dalam 10 besar tersebut yakni SDN 1 Purwajaya Kecamatan Purwadadi, SDN 2 Bangunsari Kecamatan Pamarican, SDN 2 Ciherang Kecamatan Banjarsari, SDN 2 Muktisari Kecamatan Cipaku, SDN 1 Cintaratu Kecamatan Lakbok, serta SDIT Salsabila Kecamatan Panumbangan.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sigit Ginanjar, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih sekolah-sekolah tersebut.
Menurutnya, keberhasilan masuk dalam jajaran sekolah terbaik Adiwiyata tingkat kabupaten tidak diraih secara instan. Prestasi itu merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah yang secara konsisten membangun lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
“Kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sekolah-sekolah yang berhasil masuk 10 besar Adiwiyata Kabupaten Ciamis tahun 2026. Ini merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus bukti bahwa budaya peduli lingkungan terus tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut lahir dari sinergi berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah hingga orang tua yang bersama-sama mendukung program lingkungan hidup di sekolah.
“Prestasi ini bukan hasil kerja satu atau dua orang saja. Ada kerja keras, gotong royong, dan kolaborasi seluruh warga sekolah yang selama ini terus menjaga dan mengembangkan program-program lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.
Program Adiwiyata sendiri merupakan program nasional yang bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui berbagai kegiatan, peserta didik diajak untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sigit menegaskan, Adiwiyata tidak semata-mata tentang kompetisi atau mengejar penghargaan. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa.
“Adiwiyata bukan sekadar lomba. Yang paling penting adalah bagaimana sekolah mampu membentuk karakter anak-anak yang memiliki rasa cinta, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Nilai-nilai itu yang akan menjadi bekal mereka di masa depan,” jelasnya.
Berbagai upaya yang dilakukan sekolah dalam mendukung program Adiwiyata di antaranya pengelolaan kebersihan lingkungan, penghijauan, pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis berharap keberhasilan enam sekolah tersebut dapat menjadi motivasi bagi sekolah lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekolah.
Ke depan, Sigit berharap sekolah-sekolah yang telah masuk 10 besar dapat terus mempertahankan konsistensi, menghadirkan inovasi baru, dan melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami berharap sekolah-sekolah ini terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program lingkungan yang dimiliki. Mudah-mudahan ke depan bisa berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan tingkat nasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.
Melalui capaian tersebut, dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mencetak generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. (Ayu/CN/Djavatoday)

