Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh pada 6 Juni 2025, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
Pemeriksaan dilakukan secara ante mortem dan post mortem terhadap sapi kurban, salah satunya di Desa Mangkubumi, Kecamatan Sadananya, pada Senin (2/6/2025).
Kepala Disnakkan Ciamis, Giyatno, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan setiap hewan kurban memenuhi syarat syar’i dan ketentuan kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.
“Pemeriksaan ini penting untuk menjamin bahwa hewan yang disembelih saat Idul Adha benar-benar sehat, tidak cacat, dan layak secara syariat maupun medis,” ujar Giyatno.
Menurut Giyatno, syarat sah hewan kurban antara lain tidak buta, tidak pincang, tidak kurus, tidak dikebiri, serta memiliki dua buah zakar lengkap untuk hewan jantan.
Dari segi umur, kambing dan domba harus berusia lebih dari satu tahun, sapi dan kerbau di atas dua tahun, dan unta minimal lima tahun.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa seluruh hewan yang diperiksa dalam kondisi sehat dan layak menjadi hewan kurban,” katanya.
Pemeriksaan Berlangsung Sejak Awal Mei
Disnakkan Ciamis tidak hanya melakukan pemeriksaan pada awal Juni. Sejak awal Mei 2025, tim sudah diterjunkan untuk melakukan verifikasi ke berbagai peternakan dan tempat penjualan hewan kurban di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.
“Alhamdulillah, hingga hari ini kondisi hewan kurban di Ciamis relatif aman dan terkendali. Pemeriksaan masih akan terus dilakukan hingga hari-H Idul Adha,” tambah Giyatno.
Berdasarkan data per 1 Juni 2025, total ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Ciamis mencapai 5.423 ekor, terdiri dari 2.491 ekor sapi, 2.394 ekor domba, dan 538 ekor kambing.
“Permintaan hewan kurban tahun ini cukup tinggi. Para peternak sudah banyak menerima pesanan dari masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan, Giyatno juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan wadah ramah lingkungan saat mendistribusikan daging kurban.
“Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai yang berpotensi mencemari lingkungan,” pungkasnya. (Ayu/AA/Djavatoday.com)

