Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Memasuki Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis menata ulang pola pembelajaran di sekolah. Penyesuaian ini bukan sekadar mengubah jam masuk, tetapi juga mengarahkan proses pendidikan pada penguatan karakter, keimanan, serta nilai-nilai kearifan lokal Gapura Pancawaluya.
Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Erwan Darmawan, menjelaskan kebijakan tersebut dituangkan dalam surat edaran resmi yang ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
Menurutnya, langkah ini diambil agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung efektif dan kondusif tanpa mengurangi kekhusyukan siswa dalam menjalankan ibadah puasa.
“Selama Ramadan tentu ada penyesuaian jam belajar, baik untuk SD maupun SMP. Selain itu, akan dilaksanakan juga kegiatan Pesantren Ramadan bagi peserta didik,” ujar Erwan, Rabu (18/2/2026).
Untuk jenjang sekolah dasar, kegiatan belajar pada Senin hingga Kamis serta Sabtu dimulai pukul 07.30 hingga 12.30 WIB. Sementara pada Jumat, kegiatan berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.
Adapun untuk jenjang SMP, pembelajaran Senin sampai Kamis dimulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB atau disesuaikan setelah salat Dzuhur berjamaah. Pada Jumat, kegiatan belajar berakhir pukul 11.30 WIB atau setelah pelaksanaan salat Jumat.
Tak hanya mengatur durasi belajar, Dinas Pendidikan juga menetapkan pola kegiatan selama Ramadan. Pada 18–21 Februari 2026, siswa melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga dan masyarakat. Selanjutnya, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, sekolah akan memusatkan kegiatan pada penguatan nilai keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, serta kajian keislaman.
Pelaksanaan Pesantren Ramadan dapat digelar di sekolah masing-masing atau berkolaborasi dengan MUI, pondok pesantren, maupun madrasah diniyah terdekat.
Selain itu, jadwal libur Idulfitri telah ditetapkan pada 16–20 Maret 2026 dan dilanjutkan kembali pada 23–28 Maret 2026.
Erwan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak selama Ramadan, terutama saat kegiatan belajar dilakukan di rumah. Ia berharap sinergi antara sekolah dan keluarga dapat membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.
Sekolah juga diminta mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan Ramadan dan membagikannya melalui media sosial sebagai bentuk pelaporan sekaligus inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.
“Harapannya, pembelajaran selama Ramadan tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberi dampak nyata dalam pembentukan karakter siswa,” tutupnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

