Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai persiapan, tidak hanya secara fisik tetapi juga spiritual.
Salah satu tradisi yang banyak dilakukan masyarakat adalah memperbanyak doa serta mandi atau bersuci sebagai simbol membersihkan diri lahir dan batin sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Memperbanyak Doa Menyambut Ramadhan
Para ulama menjelaskan, tidak ada doa khusus yang diwajibkan Rasulullah SAW saat menyambut Ramadhan. Namun, terdapat doa yang diriwayatkan sering dibaca para sahabat dan ulama sebagai ungkapan harapan agar dipertemukan dengan bulan suci. Doa tersebut berbunyi:
Allahumma ballighna Ramadhan
Artinya: “Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, dan berdoa memohon kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan baik. Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi momentum memperbaiki diri, memperbanyak sedekah, serta mempererat silaturahmi.
Mandi Menjelang Ramadhan
Di berbagai daerah di Indonesia, tradisi mandi sebelum Ramadhan dikenal dengan istilah padusan, balimau, atau siraman. Secara fiqih, mandi sebelum Ramadhan bukan kewajiban, tetapi hukumnya sunnah atau mubah (boleh) karena termasuk bagian dari menjaga kebersihan dan menyambut ibadah besar.
Para ulama menyebutkan, mandi ini serupa dengan mandi untuk menyambut hari Jumat atau hari raya. Tujuannya adalah membersihkan diri dan menumbuhkan semangat baru dalam beribadah.
Niat mandi menyambut Ramadhan (boleh dibaca):
Nawaitul ghusla li isti’dadi syahri Ramadhana sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat mandi untuk menyambut bulan Ramadhan, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Makna yang Lebih Dalam
Lebih dari sekadar ritual, mandi dan doa menjelang Ramadhan memiliki makna simbolis: meninggalkan kebiasaan buruk dan memulai kehidupan yang lebih baik. Membersihkan tubuh diharapkan sejalan dengan membersihkan hati dari iri, dengki, dan permusuhan.
Para ulama juga mengingatkan bahwa persiapan terbaik bukan hanya membersihkan diri, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama, saling memaafkan, serta melunasi kewajiban seperti utang dan janji.
Dengan persiapan lahir dan batin tersebut, diharapkan umat Islam dapat memasuki Ramadhan dengan hati yang tenang, penuh kesiapan, dan mampu meraih tujuan utama puasa, yakni menjadi pribadi yang bertakwa. (Dhia/Djavatoday)

