Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD hingga SMP/kesetaraan terkait peningkatan pengawasan terhadap aktivitas siswa yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor 400.3.5/3506-Disdik.2/2026 tertanggal 6 Mei 2026. Surat ini ditujukan kepada kepala satuan pendidikan se-Kabupaten Ciamis sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya aktivitas berisiko yang dilakukan peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya memperkuat pengawasan sekaligus pembinaan karakter siswa.
“Kami mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik agar tidak melakukan aktivitas berisiko tanpa pendampingan, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ujar Erwan, Rabu (6/5/2026).
Dalam surat tersebut, Disdik menyoroti sejumlah aktivitas yang berpotensi membahayakan, seperti gerakan freestyle tanpa pendampingan, olahraga bela diri, hingga renang yang dilakukan tanpa pengawasan. Erwan menegaskan, kegiatan semacam itu harus didampingi oleh tenaga profesional atau pendidik yang kompeten.
“Setiap kegiatan yang membutuhkan keterampilan khusus harus didampingi oleh tenaga profesional atau guru yang kompeten, terutama yang berisiko terhadap keselamatan anak,” jelasnya.
Selain itu, Disdik juga meminta peran aktif guru dalam mengawasi penggunaan smartphone dan media sosial oleh siswa. Edukasi terkait literasi digital dinilai penting agar siswa tidak sembarangan meniru konten berbahaya yang beredar di dunia maya.
“Kami minta guru dan tenaga kependidikan lebih aktif mendampingi siswa, termasuk dalam penggunaan media sosial, agar mereka mendapatkan edukasi yang tepat dan tidak meniru hal-hal yang berbahaya,” katanya.
Tak hanya pengawasan, Disdik Ciamis juga mendorong sekolah untuk mengarahkan siswa pada kegiatan positif yang mendukung pembentukan karakter, seperti olahraga, seni, dan pengembangan minat bakat.
“Peserta didik harus difasilitasi untuk mengikuti kegiatan positif yang bisa mengembangkan potensi mereka secara aman dan terarah,” ungkap Erwan.
Di sisi lain, komunikasi antara sekolah dan orang tua juga diminta untuk diperkuat. Hal ini penting agar pengawasan terhadap anak dapat dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat penting dalam menjaga keselamatan dan pembinaan karakter anak,” pungkasnya.
Disdik Ciamis berharap, melalui imbauan ini, seluruh satuan pendidikan dapat lebih waspada dan proaktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik. (Ayu/CN/Djavatoday)

