Senin, Oktober 25, 2021

Disdik Ciamis Ingatkan Sekolah Jangan Paksa Siswa Vaksinasi Corona

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Seorang siswa SMK di Ciamis meninggal dunia setelah sehari mengikuti vaksinasi Corona. Hal ini tentunya menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar ke depan tidak terulang lagi.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Ciamis meminta seluruh sekolah SD dan SMP agar tidak memaksakan peserta didik agar divaksinasi. Karena setiap siswa itu kondisinya berbeda-beda.

Baca juga:

“Jangan memaksa agar peserta didik untuk vaksinasi. Tapi berikan pendekatan secara psikologis, sampaikan pemahaman mengenai vaksinasi dan informasi pendukung lainnya. Manfaat dan tujuannya,” ujar Kadisdik Ciamis Asep Saeful Rahmat, Rabu (8/9/2021).

Sekolah jangan sampai menakut-nakuti siswa agar mau vaksinasi Corona. Salah satunya menyampaikan bahwa kalau tidak divaksinasi tidak bisa ikut pembelajaran tatap muka (PTM). Padahal vaksinasi bukan sebagai syarat untuk PTM.

“Disampaikan pak Menteri anak tidak boleh dipaksa vaksinasi. Apalagi tanpa ada izin dari orang tua. Ditegaskan bahwa vaksinasi ini bukan syarat peserta didik untuk PTM,” jelasnya.

Apabila siswa yang bersedia divaksinasi pun harus mendapat izin dari orang tua. Siswa juga harus terus terang dengan kondisi dirinya sendiri.

“Harus jujur menyampaikan kondisi tubuh diri sendiri saat menjalani skrining vaksinasi Corona. Kalau memang ada keluhan ya harus disampaikan. Sehingga ada pertimbangan dalam pelaksanaan vaksinasi,” katanya.

Asep menegaskan sekolah SD dan SMP jangan sampai ada yang memaksa siswanya divaksinasi. Sekolah sebelum menggelar vaksinasi harus memberikan surat izin kepada orang tua.

Hingga hari ini, dari jumlah 37 ribu siswa SMP yang telah menjalani vaksinasi Corona ada 18 ribu orang. Setiap hari pun vaksinasi ini terus dilaksanakan oleh Puskesmas di sekolah-sekolah. Sedangkan untuk siswa SD yang telah berusia 12 tahun baru 50 orang. (Ayu/CN/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU