Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Arah kunjungan wisata ke Kabupaten Ciamis mulai bergeser. Jika sebelumnya wilayah ini lebih sering menjadi jalur persinggahan menuju Pangandaran atau Garut, kini sejumlah desa wisata justru tampil sebagai tujuan utama, bahkan bagi wisatawan mancanegara.
Perlahan, pesona alam khas Tatar Galuh menemukan momentumnya. Lanskap yang masih asri, udara sejuk, serta kehidupan desa yang hangat menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong asing yang mencari pengalaman berbeda dari destinasi wisata massal.
Data Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis menunjukkan, sepanjang triwulan I 2026 terdapat 1.348 kunjungan wisatawan mancanegara. Menariknya, sebagian besar kunjungan tersebut mengarah ke desa wisata, bukan ke objek wisata konvensional yang dikelola pemerintah.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Ciamis, Asep Didi Herdiawan, menyebut tren ini sebagai sinyal positif perubahan preferensi wisatawan. Menurutnya, wisata alam yang alami dan suasana tenang kini semakin diminati.
“Berdasarkan data, kunjungan wisatawan mancanegara tidak hanya ke objek wisata milik pemerintah, tetapi juga ke desa wisata yang menawarkan pengalaman berbeda,” ujar Asep, Kamis (30/4/2026).
Sejumlah destinasi unggulan milik pemerintah daerah seperti Situs Karangkamulyan, Situ Lengkong Panjalu, dan Astana Gede Kawali tetap menerima kunjungan, meski jumlahnya relatif kecil. Tercatat, masing-masing hanya dikunjungi 5 hingga 7 wisatawan asing sepanjang periode tersebut.
Sebaliknya, lonjakan kunjungan terlihat di kawasan desa wisata, khususnya di Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti. Wilayah yang berada di kaki Gunung Sawal itu menjadi magnet utama bagi wisatawan luar negeri.
Beberapa titik wisata alam di desa tersebut mencatat angka kunjungan signifikan. Kiara Koneng menjadi destinasi paling diminati dengan 665 wisatawan, disusul Bukit Sampalan Asri sebanyak 426 kunjungan, serta Curug Jami yang didatangi 223 wisatawan. Sementara itu, Damgintung mencatat 8 kunjungan.
Asep menjelaskan, keberagaman pilihan wisata alam menjadi kekuatan utama Desa Sukamaju. Selain itu, letaknya yang berada di kawasan pegunungan turut menawarkan panorama yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Mayoritas wisatawan mancanegara memilih Desa Sukamaju karena banyak pilihan wisata alam, ditambah pemandangan kaki Gunung Sawal yang sangat menarik,” katanya.
Secara keseluruhan, jumlah kunjungan wisatawan ke Ciamis selama triwulan I 2026 mencapai 709.383 orang. Capaian ini setara 34,20 persen dari target tahunan sebesar 2.074.114 kunjungan.
Meski target belum tercapai separuhnya, optimisme tetap terjaga. Dinas Pariwisata Ciamis terus menggencarkan promosi, terutama melalui media sosial dan kerja sama dengan pelaku industri wisata.
“Kami optimistis target kunjungan tahun ini bisa tercapai. Sinergi antar pelaku wisata menjadi kunci untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Ciamis,” pungkas Asep. (Ayu/CN/Djavatoday)

