Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebanyak 35 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Ciamis ambil bagian dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang digelar di Stadion Atletik Linggabuana, Kamis (30/4/2026). Ajang ini menjadi tahap awal penjaringan atlet untuk mewakili Ciamis di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni lompat jauh, balap kursi roda, bocce, bulutangkis, catur, tenis meja, serta lari 100 meter. Para juara dari masing-masing cabang akan dipersiapkan untuk berlaga di tingkat provinsi pada Juni mendatang.
Sekretaris MKKS SLB Kabupaten Ciamis, Dedi Suryaman, mengatakan O2SN menjadi wadah bagi siswa berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi sekaligus mengukur kemampuan mereka dalam bidang olahraga.
“Melalui kegiatan ini, kami menjaring atlet terbaik untuk mewakili Ciamis di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah peserta dari setiap sekolah berbeda-beda, menyesuaikan dengan kondisi siswa di masing-masing SLB. Tidak semua kategori tersedia di tiap sekolah, seperti peserta tunanetra yang jumlahnya masih terbatas.
Menurut Dedi, O2SN merupakan agenda rutin yang juga dilaksanakan di lingkungan SLB, selain kegiatan lain seperti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN).
Ia optimistis atlet-atlet dari Ciamis mampu bersaing dengan peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Optimisme itu berkaca dari capaian tahun sebelumnya, di mana salah satu atlet cabang lari berhasil meraih prestasi hingga tingkat nasional.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para siswa sebelumnya telah menjalani latihan intensif selama satu hingga dua bulan di sekolah masing-masing sebagai persiapan menghadapi kompetisi.
Pelaksanaan O2SN turut mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga yang memfasilitasi penggunaan Stadion Atletik Linggabuana sebagai lokasi pertandingan.
Sementara itu, Kepala SLB YPI Al Magfiroh Purwadadi, Vijay Sukmawan Ramdani, menilai pembinaan siswa berkebutuhan khusus memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam membangun mental dan menjaga konsistensi latihan.
“Tidak mudah mengajak siswa untuk berpartisipasi, apalagi bagi anak dengan kondisi tertentu seperti down syndrome yang sensitif terhadap keramaian. Kami tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun keberanian dan kepercayaan diri mereka,” katanya.
Dalam ajang ini, sekolahnya mengirimkan atlet di cabang lari 100 meter dan tenis meja. Salah satu atlet bahkan telah menembus babak semifinal.
Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari latihan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten. Menurutnya, dukungan berbagai pihak sangat penting untuk mendorong siswa agar terus berkembang dan berani berkompetisi.
Melalui ajang ini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (Ayu/CN/Djavatoday)

