Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Jauh dari hiruk pikuk pusat kota, semangat belajar siswa SD Negeri 2 Salakaria, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, justru tumbuh dengan cara sederhana. Di sekolah yang hanya memiliki 32 murid itu, budaya membaca terus dibiasakan agar anak-anak tetap akrab dengan buku meski berada di wilayah pelosok.
Setiap Kamis dan Sabtu, para siswa dijadwalkan membaca buku di perpustakaan sekolah. Kebiasaan itu juga diperkuat dengan kegiatan membaca sebelum pelajaran dimulai setiap pagi.
Guru SDN 2 Salakaria, Maya Nurhidayah, mengatakan sekolah sengaja membangun kebiasaan membaca sejak dini agar minat baca siswa terus berkembang.
“Anak-anak dijadwalkan membaca di perpustakaan dua kali dalam seminggu. Setiap pagi sebelum belajar juga mereka dibiasakan membaca,” ujar Maya, Kamis (16/7/2026).
Meski berada sekitar 40 menit dari pusat Kota Ciamis dan dikelilingi kebun warga, sekolah tersebut memiliki fasilitas yang cukup memadai. Selain perpustakaan, sekolah juga telah dilengkapi jaringan internet dan Interactive Flat Panel (IFP) yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.
Ruang perpustakaan memang belum sepenuhnya difungsikan sebagai tempat membaca. Karena keterbatasan ruang kelas, ruangan itu juga dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.
Saat berkunjung ke sekolah tersebut, tampak beberapa siswa kelas 2 asyik membaca buku cerita di perpustakaan. Mereka bergantian memilih buku sebelum kembali mengikuti pelajaran.
Menurut Maya, koleksi buku yang tersedia sudah cukup memenuhi kebutuhan siswa sehingga setiap anak memiliki banyak pilihan bacaan.
“Alhamdulillah, buku bacaan di perpustakaan cukup lengkap untuk anak-anak,” katanya.
Selain buku cetak, guru juga memanfaatkan layar IFP saat proses belajar berlangsung. Meski belum memiliki Chromebook untuk mengakses buku digital, perangkat tersebut dinilai mampu membuat suasana belajar lebih menarik.
“Chromebook memang belum ada. Yang kami gunakan sekarang IFP, layarnya besar seperti televisi dan dipakai bergantian oleh siswa,” ujarnya.
Maya menilai keberadaan sekolah di pelosok bukan alasan bagi siswa untuk tertinggal dalam memperoleh pengetahuan. Dengan fasilitas yang ada, anak-anak tetap bisa belajar dan mengembangkan kreativitasnya.
“Walaupun sekolah kami berada di pelosok, anak-anak tetap punya kesempatan belajar dan menambah wawasan seperti sekolah lainnya,” ucapnya.
Kepala SDN 2 Salakaria, Deni Purnama, mengatakan budaya membaca mulai menunjukkan hasil. Seluruh siswa yang kini duduk di kelas 2 sudah mampu membaca dengan lancar setelah mendapatkan pembelajaran sejak kelas 1.
“Alhamdulillah sekarang semuanya sudah lancar membaca,” kata Deni.
Ia menambahkan, perpustakaan sekolah dirawat secara rutin agar tetap nyaman digunakan. Buku-buku dibersihkan setiap pekan sehingga kondisinya tetap baik dan siap dimanfaatkan siswa.
Meski demikian, sekolah hingga kini belum memperoleh bantuan Chromebook. Deni menjelaskan, salah satu syarat penerima bantuan tersebut adalah jumlah peserta didik minimal 50 orang, sedangkan SDN 2 Salakaria saat ini baru memiliki 32 siswa.
Bagi para guru di SDN 2 Salakaria, keterbatasan jumlah murid bukan penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Di sekolah kecil di pelosok Ciamis itu, semangat membaca terus dijaga agar anak-anak memiliki bekal pengetahuan yang sama dengan siswa di sekolah lain. (Ayu/CN/Djavatoday)

