Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kebakaran kecil terjadi di dapur sebuah warung nasi di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (26/4/2026) pagi. Insiden ini diduga dipicu kebocoran regulator gas dan menyebabkan seorang ibu rumah tangga mengalami luka bakar ringan.
Kepala Bidang Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 10.45 WIB. Petugas yang berada tidak jauh dari lokasi langsung melakukan penanganan.
“Laporan kami terima pukul 10.45 WIB. Saat itu anggota kami sedang melaksanakan pengamanan kegiatan di sekitar lokasi, sehingga bisa langsung bergerak cepat melakukan pemadaman,” ujarnya.
Peristiwa kebakaran terjadi di warung nasi yang berada di area Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Ciamis, Jalan RD Oto Iskandar Dinata No 45, Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis.
Korban diketahui bernama Tini (55), warga Babakan Margayasa, Kelurahan Sindangrasa. Saat kejadian, korban tengah memasak di dapur warung miliknya.
“Dari keterangan di lapangan, kebakaran berawal dari kebocoran regulator gas saat korban sedang memasak. Api kemudian menyambar dan mengenai tangan korban,” jelas Budi.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar ringan pada bagian tangan. Korban langsung dilarikan ke RSUD Ciamis menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban mengalami luka bakar ringan dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.
Budi menambahkan, petugas Damkar yang berada di lokasi langsung melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat dan tidak merembet ke bagian bangunan lainnya.
“Luas area yang terbakar kurang lebih satu meter persegi. Api bisa segera dikendalikan, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar,” ungkapnya.
Dalam penanganan tersebut, Damkar menerjunkan satu unit armada pancar dengan enam personel. Proses pemadaman dan penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 10.50 WIB.
“Setelah pemadaman, kami juga melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api tersisa,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, kebakaran hanya menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp500 ribu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pihak Damkar mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan kompor gas, khususnya memastikan kondisi regulator dan selang dalam keadaan aman.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin mengecek peralatan gas agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Budi. (Ayu/CN/Djavatoday)

