Ciamis Tak Terdampak Abu Vulkanik, BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis memastikan hingga Senin (7/9/2026) siang belum menemukan dampak sebaran abu vulkanik yang diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di wilayah Ciamis, Jawa Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan, kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan hingga sekitar pukul 12.30 WIB.

“Untuk wilayah Ciamis, alhamdulillah sampai saat ini tidak terdampak,” kata Ani saat ditemui di kantor BPBD Ciamis.

Menurut Ani, arah pergerakan angin menjadi salah satu faktor yang membuat sebaran abu vulkanik belum mengarah ke Ciamis. Berdasarkan informasi BMKG yang diterima BPBD, angin saat itu masih bergerak menuju Samudra Hindia dan wilayah Sumatra.

Kondisi tersebut membuat wilayah yang berpotensi terkena dampak berada di sejumlah daerah lain, di antaranya Banten, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu.

“Menurut BMKG sampai dengan 12.30 hari ini, anginnya masih bergerak ke arah Samudra Hindia dan Sumatra. Wilayah yang berpotensi terdampak masih ke Banten, DKI, kemudian Lampung dan Bengkulu,” ujarnya.

Meski belum terdampak, BPBD Ciamis meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi perubahan kondisi. Warga diminta tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan apabila terjadi perubahan arah angin atau munculnya paparan abu.

Ani mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Kita mengikuti surat edaran dari Gubernur yang tadi malam sudah keluar. Waspadai, tapi tetap tidak panik. Kalau tidak ada kepentingan, jangan berkegiatan di luar rumah atau di luar ruangan,” katanya.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, BPBD menyarankan menggunakan perlindungan seperti masker dan kacamata.

“Kalau memang mau keluar ruangan dan belum yakin dengan situasinya, silakan menggunakan masker dan pelindung kepala,” ujar Ani.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan berisiko hanya untuk memastikan ada atau tidaknya abu vulkanik.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu terus melihat ke arah langit. Sikap tersebut justru dikhawatirkan menimbulkan risiko lain.

“Jangan panik, jangan melihat ke atas untuk memastikan ada atau tidak abu vulkanik. Takutnya ada sesuatu yang malah berbahaya,” katanya.

BPBD Pantau Kondisi Secara Berkala

Selain mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD Ciamis juga melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Ani bahkan melakukan pengecekan sederhana di sekitar rumahnya untuk melihat kemungkinan adanya partikel yang jatuh akibat sebaran abu.

“Saya simpan mobil di luar, kaca juga saya simpan di luar tadi malam. Tadi pagi masih tetap tidak ada abu,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan partikel beterbangan di wilayah Pamarican, Ciamis. Dalam rekaman tersebut, partikel tampak ketika terkena sorotan cahaya senter dan kemudian disebut sebagai abu vulkanik.

Namun, BPBD belum dapat memastikan bahwa partikel dalam video tersebut berasal dari Gunung Anak Krakatau.

“Saya juga belum tahu apakah video tersebut memang pada malam hari tadi atau kapan,” kata Ani.

Ia mengatakan masih terdapat kemungkinan lain yang menjadi sumber partikel tersebut. Salah satunya adalah sisa material dari kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya terjadi di wilayah Pamarican.

“Saya tidak tahu partikelnya seperti apa karena banyak kemungkinan. Bisa saja, karena kemarin ada juga di Pamarican kebakaran hutan atau karhutla. Jadi saya tidak tahu dan belum yakin kalau itu abu,” ujarnya.

Ani menegaskan, perkembangan arah angin tetap mengacu pada informasi BMKG. Kondisi tersebut dapat berubah seiring dinamika atmosfer.

“Kita tidak tahu karena yang menetapkan itu BMKG. Nanti setiap enam jam sekali BMKG melakukan update,” katanya.

Untuk kondisi saat ini, BPBD memastikan belum ada dampak abu vulkanik yang terpantau di Ciamis.

“Sementara ini Ciamis aman,” ujar Ani.

Di tengah informasi mengenai potensi sebaran abu vulkanik, sebagian warga Ciamis memilih melakukan langkah antisipasi. Masker dan kacamata mulai digunakan ketika mereka harus beraktivitas di luar rumah.

Jujang, salah seorang warga, mengaku telah menerima informasi mengenai imbauan penggunaan masker dan kacamata sejak Minggu (6/9/2026).

“Kemarin dapat informasi dari Cijeungjing untuk memakai masker dan kacamata,” kata Jujang.

Ia kemudian merasakan matanya perih ketika bepergian menggunakan sepeda motor. Kondisi itu membuatnya memilih menggunakan kacamata saat beraktivitas pada Senin pagi.

“Kemarin mulai perih, sekarang pakai kacamata. Masker kebetulan belum beli,” ujarnya.

Sementara itu, warga lainnya, Andri, memilih membeli masker untuk berjaga-jaga. Ia membeli masker biasa di apotek sekitar tempat tinggalnya.

“Masker biasa saja, Rp 5 ribuan di apotek. Untuk jaga-jaga,” kata Andri.

Andri mengatakan, stok masker di apotek yang didatanginya masih tersedia dan belum menunjukkan adanya kelangkaan. “Banyak di apotek, enggak langka,” ujarnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

Sholat Subuh Keliling di Ciamis, Kapolres Ajak Warga Cegah Kenakalan Remaja

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana Masjid Al Ikhlas Tonjong, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, terasa berbeda pada Sabtu (24/10/2026) dini hari. Puluhan jemaah berkumpul...

Bupati Ciamis Bangga Tabligh Akbar Hari Santri Dihadiri Puluhan Ribu Jemaah

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti Tabligh Akbar peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Ciamis,...

Musim Panen, Haji Wahyu Jual Semangka dan Melon Rp10 Ribu per Buah di Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Buah semangka dan melon berukuran besar dijual dengan harga Rp10.000 per buah di Jalan Nasional Ciamis-Cikoneng, Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten...

Cara Ciamis Melestarikan Naskah Kuno, Dorong Masyarakat Ikut Terlibat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Lembaran kertas yang mulai menua bisa menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat pada masa lampau. Di dalam naskah kuno, tersimpan jejak...

Terbaru